Senin, 27 Nov 2017 10:22 WIB

Usia Lanjut Tak Halangi Dokter Ini untuk Rajin Lari

Hanna Pratiwi - detikHealth
dr Rudy Bahrumsjah Sjahruddin, SpKK (kiri) masih aktif berlari meski sudah berusia 66 tahun (Foto: Hanna Pratiwi/detikHealth) dr Rudy Bahrumsjah Sjahruddin, SpKK (kiri) masih aktif berlari meski sudah berusia 66 tahun (Foto: Hanna Pratiwi/detikHealth)
Jakarta - Siapa bilang usia lanjut tidak bisa ikut tren olahraga lari? Dokter yang satu ini membuktikan, dirinya masih tetap aktif berlari meski sudah berusia 66 tahun.

"Saya sudah tua baru lari nggak apa-apa tuh, makin sehat malah," ujar dr Rudy Bahrumsjah Sjahruddin, SpKK, salah seorang anggota komunitas Kedodorun, baru-baru ini.

Kepada detikHealth, dr Rudy mengisahkan dirinya baru mulai tertarik olahraga lari pada usia 62 tahun. Hingga kini, ia keterusan hobi berlari.

Dari olahraga lari, ia mengaku banyak mendapatkan motivasi untuk hidup sehat. "Olahraga lari bagi orang tua bukan malah menambah penyakit," tutur dr Rudy yang mengaku berpraktik di RS Tugu Ibu.

Baca juga: Kedodorun, Kumpulan Dokter-dokter yang Doyan Fun Run

Saat ini, dr Rudy tergabung dalam komunitas dokter-dokter yang doyan lari atau running. Mereka menamakan diri Kedodorun.

Bagaimanapun, lari termasuk olahraga yang high impact. Bagi orang-orang lanjut usia yang punya masalah pada persendian, tentunya harus berkonsultasi terlebih dahulu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Maunya Olahraga yang Murah Meriah, Jawabannya Adalah Lari

(up/up)
News Feed