Selasa, 28 Nov 2017 11:38 WIB

Ini yang Bikin Kerja Kencur Sama dengan Obat Osteoarthritis

Suherni Sulaeman - detikHealth
Cara kerja kencur sama dengan cara kerja obat osteoarthritis/Foto: Thinkstock Cara kerja kencur sama dengan cara kerja obat osteoarthritis/Foto: Thinkstock
Makassar - Berdasarkan penelitan yang dilakukan oleh klinisi sekaligus guru besar Universitas Hasanuddin Makassar, Prof DR Dr Nurpudji A. Taslim, MPH, SpGK (K), kencur yang diekstraksi bisa menurunkan risiko radang sendi atau osteoarthritis.

Hal ini dikarenakan, cara kerja kencur dinilai sama fungsinya dengan obat non steroid seperti meloxicam, yakni sebagai anti inflamasi, analgesik dan antipiretik. Kencur juga memiliki dua komponen utama yang paling aktif yaitu etil sinnamat dan metil p-metoksi sinamat (EPMS).

"Dia ini merupakan anti inflamasi dan analgesik, jadi dalam hal ini pada orang-orang osteoarthritis dia menghambat sebagai COX inhibitor. Jadi rasa nyerinya hilang," imbuh Prof Pudji kepada detikHealth dalam seminar yang digelar oleh Sido Muncul dengan tema 'Memanfaatkan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat' di Auditorium Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar.

Baca juga: Berbagai Khasiat Kencur, Penangkal Masuk Angin Saat Cuaca Tak Menentu

Meski sama-sama menurunkan risiko osteoarthritis, namun obat meloxicam, dikatakan Prof Pudji memiliki efek samping pada gangguan lambung, termasuk dispepsia. Berbeda dengan kencur yang diekstraksi, sejauh ini belum ditemukan efek sampingnya.

"Sepanjang pengamatan kami dengan penelitian ini tidak ada efek samping. Dosisnya sudah dikonversi dari yang sebelumnya pada hewan uji dosisnya itu kan 5000mg/kg, aman katanya," ujar Prof Pudji.

Prof Pudji mengaku memang belum dilakukan penelitian lebih lanjut kencur yang diekstraksi terhadap orang yang normal. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk melakukan penelitian jangka panjang.

"Kita belum melakukan penelitian antara yang orang normal dengan OA untuk kencur. Karena kita lihat dia punya komponen aktifnya itu kan berarti sama dengan komponen aktif dari obat farmasi tadi. Jadi ini hanya untuk orang-orang dengan OA. Untuk apa kita memberikan ke orang sehat kalau tidak ada keluhan," tutur Prof Pudji.

Baca juga: Mengapa Orang Indonesia Senang Memakai Obat Herbal Saat Masuk Angin?


(hrn/up)
News Feed