Efektifkah Menggunakan Masker Untuk Menghindari Abu Vulkanik Gunung Agung?

Efektifkah Menggunakan Masker Untuk Menghindari Abu Vulkanik Gunung Agung?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 29 Nov 2017 09:06 WIB
Efektifkah Menggunakan Masker Untuk Menghindari Abu Vulkanik Gunung Agung?
Efektifkah penggunaan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik tersebut? Simak penjelasan dokter paru-paru berikut ini. Foto: thinkstock
Jakarta - Publik dianjurkan mengenakan masker untuk menghindari risiko terkena penyakit berbahaya akibat abu vulkanik yang keluar dari erupsi gunung, termasuk Gunung Agung, Bali. Namun cukup efektifkah penggunaan masker untuk menghindari abu vulkanik tersebut?

"Cukup efektif. Ya, dengan masker bedah cukup efektif. Karena debu vulkanik dia partikelnya agak lebih besar sehingga bisa menghambat masuk ke dalam saluran napas," kata dr Boedi Swidarmoko, SpP(K), spesialis paru dari Mayapada Hospital kepada detikHealth.

Ia mengatakan, selama bencana berlangsung dan sumber debu vulkanik masih ada, masker wajib digunakan setiap hari. Pentingnya lagi setiap hari pula masker harus diganti dengan yang baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena kalau dipakai terus selama berhari-hari sudah tidak efektif," tegas dr Boedi.

Baca juga: Begini Cara Mencegah Abu Vulkanik Akibat Erupsi Gunung Agung Masuk ke dalam Tubuh

Sementara itu, masker reusable juga cukup efektif untuk menghindar dari terpajannya abu vulkanik, hanya saja harus sering dicuci dan diganti karena masker tersebut menyaring debu vulkanik cukup banyak saat dipakai terus menerus.

"Itu kita analogikan dengan masker bedah. Itu kan sekarang banyak yang jual, masker-masker yang berbagai motif itu cukup efektif," pungkasnya.

Baca juga: Erupsi Gunung Agung, IDI: Tenaga Dokter Siap Bantu Bali

(hrn/up)

Berita Terkait