"Cukup efektif. Ya, dengan masker bedah cukup efektif. Karena debu vulkanik dia partikelnya agak lebih besar sehingga bisa menghambat masuk ke dalam saluran napas," kata dr Boedi Swidarmoko, SpP(K), spesialis paru dari Mayapada Hospital kepada detikHealth.
Ia mengatakan, selama bencana berlangsung dan sumber debu vulkanik masih ada, masker wajib digunakan setiap hari. Pentingnya lagi setiap hari pula masker harus diganti dengan yang baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Begini Cara Mencegah Abu Vulkanik Akibat Erupsi Gunung Agung Masuk ke dalam Tubuh
Sementara itu, masker reusable juga cukup efektif untuk menghindar dari terpajannya abu vulkanik, hanya saja harus sering dicuci dan diganti karena masker tersebut menyaring debu vulkanik cukup banyak saat dipakai terus menerus.
"Itu kita analogikan dengan masker bedah. Itu kan sekarang banyak yang jual, masker-masker yang berbagai motif itu cukup efektif," pungkasnya.
Baca juga: Erupsi Gunung Agung, IDI: Tenaga Dokter Siap Bantu Bali
(hrn/up)











































