Dikutip dari Reuters, bayi tersebut lahir dengan selamat, meskipun tanggal dan jam kelahiran, jenis kelamin, serta berat badannya tidak diumumkan. Sang ibu yang memiliki rahim transplantasi juga meminta namanya tidak dipublikasi.
Baca juga: Infeksi Ragi, Penyebab Kegagalan Transplantasi Rahim Pertama di AS
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Percobaan transplantasi rahim di Amerika Serikat sempat mengalami kegagalan tahun lalu setelah sang ibu mengalami infeksi ragi. Namun untuk kali ini, dokter tidak menemukan masalah yang berarti.
Amerika Serikat menjadi negara kedua tempat bayi lahir dengan selamat dari rahim transplantasi, setelah tindakan yang sama sukses dilakukan di Swedia pada tahun 2014. Dr Liza Johannesson, pakar bedah transplantasi yang sukses melakukannya di Swedia, turut menjadi salah satu anggota tim dokter untuk tindakan di Amerika Serikat.
Ia menyebut transplantasi rahim merupakan solusi bagi wanita yang mengalami infertilitas dan tidak memiliki anak. Pembuahan dilakukan secara in vitro karena rahim transplantasi tidak menyambung dengan saluran telur.
"Banyak orang meremahkan dampak infertilitas bagi kesehatan jiwa seorang wanita. Adanya transplantasi rahim akan memberi dampak positif yang besar," ujarnya kepada majalah Time.
Baca juga: 8 Transplantasi Organ yang Tak Biasa di Dunia
(mrs/up)











































