Selasa, 05 Des 2017 10:40 WIB

Tak Bisa Lepas dari Ponsel Terbukti Karena Otak 'Error'

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Tak bisa lepas dari ponsel pertanda otak error/Foto: GettyImages Tak bisa lepas dari ponsel pertanda otak error/Foto: GettyImages
Jakarta - Dewasa ini banyak remaja yang tidak bisa lepas dari ponsel pintarnya. Padahal ada yang perlu dikhawatirkan ketika fenomena ini terjadi, utamanya pada otak mereka.

Hal ini diungkapkan oleh Prof Hyung Suk Seo dari Korea University, Seoul setelah mengamati 19 generasi muda yang telah didiagnosis dengan kecanduan internet atau ponsel, yang kemudian dibandingkan dengan 19 remaja lain yang sehat-sehat saja.

Setelahnya, 12 dari 19 pecandu menerima terapi kognitif perilaku yang biasa diberikan kepada orang dengan kecanduan tertentu. Untuk memastikan separah apa kecanduan yang dialami partisipan, peneliti juga melakukan tes khusus untuk itu.

Menurut Suk Seo, ketika skor tesnya tinggi, maka tingkat kecanduannya juga parah. Akan tetapi yang menjadi perhatiannya adalah remaja yang dianggap kecanduan ponsel juga memiliki skor yang tinggi dalam aspek depresi, gangguan kecemasan, insomnia dan bersikap impulsif.

Ini dikaitkan dengan hasil scan otak mereka yang menunjukkan adanya peningkatan kadar GABA (gamma aminobutyric acid, senyawa yang memperlambat sinyal otak; dan penurunan glutamate-glutamine (Glx), senyawa yang menyebabkan sel-sel otak menjadi lebih 'girang' pada otak mereka.

Dari studi-studi sebelumnya telah diungkapkan bahwa GABA kerap terlihat pada remaja yang mengalami kecanduan, dan peneliti kemudian mengaitkannya dengan kecanduan ponsel.

Namun ketika sebagian remaja diajak menjalani terapi kognitif, kadar GABA di otaknya menurun secara signifikan. Ini membuktikan bahwa kecanduan pada ponsel juga mampu mempengaruhi fungsi otak. Demikian seperti dilaporkan CNN.

Baca juga: Ini Sebabnya Seseorang Jadi 'Jompo' Saat Kecanduan Ponsel

Menariknya, survei yang dilakukan terhadap 1.700 responden di AS dan Eropa menemukan banyak orang yang tak biasa menahan diri untuk tidak mengecek ponselnya, bahkan di situasi-situasi yang tidak memungkinkan, seperti saat bercinta (7 persen), di toilet (72 persen), bahkan di pemakaman (11 persen).

Dua pertiga responden juga mengaku cemas bila tidak terkoneksi dengan Wi-Fi, termasuk rela meninggalkan aktivitas mereka demi koneksi tersebut. Di antaranya seks (58 persen), makan junk food (42 persen), merokok (41 persen), atau minum alkohol (33 persen).

Dua puluh lima persen responden juga mengaku lebih memilih Wi-Fi ketimbang mandi dan 19 persen lebih memilih itu daripada berinteraksi dengan manusia lainnya.

Baca juga: Ini Tandanya Kecanduan Ponsel Sudah Jadi 'Penyakit' (lll/up)
News Feed