Rabu, 06 Des 2017 19:50 WIB

Heboh 'Keong Sawah', Ahli Gizi Sebut Ada Banyak Sumber Protein Alternatif

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ada banyak sumber protein lain yang bisa dijadikan alternatif daging sapi selain tutut. Foto: Dok. Sada Firdaus Ada banyak sumber protein lain yang bisa dijadikan alternatif daging sapi selain tutut. Foto: Dok. Sada Firdaus
Jakarta - Anjuran 'makan keong sawah' ramai jadi perbincangan di medsos. Keong sawah ini dimaksudkan sebagai pengganti daging sapi yang tengah naik harganya di pasaran.

Dihubungi detikHealth melalui panggilan telepon, Rabu (6/12/2017), Prof dr Hardinsyah, MS, Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia, beliau menjelaskan bahwa keong sawah atau tutut memang punya kandungan yang baik.

"Kalau protein daging sapi lebih tinggi lah. Untuk pengganti enggak bisa persis menggantikan tapi turut membantu kebutuhan protein atau untuk variasi juga. Cuma kalium dan asam folat keong sawah lebih tinggi dari daging sapi," jelas Prof Hardin.

Baca juga: Sempat Viral di Medsos, Menguntungkan Enggak Bisnis Keong Sawah?

Meskipun begitu, Guru Besar Fakultas Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga memperhatikan adanya perbedaan selera dari tiap-tiap orang. Karena itu, ia menganjurkan untuk memanfaatkan potensi makanan yang melimpah dari tiap daerah masing-masing untuk memenuhi kebutuhan protein.

"Pangan hewani itu banyak, telur banyak, ikan juga kan ada yang 1 kg (seharga) 15 ribu. Ada juga ikan lele. Kalau di daerah pantai ngapain makan keong sawah mending makan kerang, ikan juga banyak. Disesuai dengan harga dan keberadaan (potensi) masing-masing daerah saja," kandasnya.

Baca juga: Mau Jantung Tetap Sehat? Pilih Seafood Sebagai Menu Makanan Hari Ini


(ask/up)
News Feed