Pada dasarnya, dr Diana menjelaskan bahwa ketika diet, orang harus mengalami defisit kalori atau kalori yang masuk harus lebih kecil dari yang keluar.
"Kalau orang dengan gastroenteritis atau mag kan dia nggak boleh kosong lama-lama (tidak makan), kalau dia 1.500 kebutuhan kalorinya, dibagi kecil-kecil porsinya jadi dia makan. Per tiga jam dia makan, tapi yang rendah kalori," ujarnya saat ditemui baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika ingin menyelipkan camilan, dr Diana menyarankan untuk memilih camilan yang berkisar di angka 100 kalori. Ini setara dengan satu porsi buah-buahan potong. Dengan cara ini, meskipun porsi makanan tetap mengalami pengurang dari biasanya, akan tetap tetap aman diterapkan untuk orang dengan gastroenteritis.
"Kalau mag, kosong lama salah, terisi langsung banyak juga salah," tutupnya.
Baca juga: Survei: 34 Persen Orang Indonesia Pilih Nonton TV Saat Stres
(ask/up)











































