Senin, 18 Des 2017 09:35 WIB

Lari Asal-asalan, Awas Risiko Cedera Mengintai

Hanna Pratiwi - detikHealth
Lari sebagai olahraga rekreasional tentu berbeda dengan lari yang dilakukan oleh atlet lari profesional yang sangat terlatih. Foto: thinkstock Lari sebagai olahraga rekreasional tentu berbeda dengan lari yang dilakukan oleh atlet lari profesional yang sangat terlatih. Foto: thinkstock
Jakarta - Olahraga dengan intensitas tinggi selalu memiliki risiko cedera, tak terkecuali lari yang tengah ngehits belakangan ini. Risiko tersebut bisa dihindari dengan mengenali kemampuan diri sendiri dan tidak memaksakan diri.

Lari sebagai olahraga rekreasional tentu berbeda dengan lari yang dilakukan oleh atlet lari profesional yang sangat terlatih.

"Pada atlet lari umumnya mereka mengejar compet, tapi kalau untuk pelari rekreasional hanya kejar completnya saja," kata pakar kesehatan olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Rachmat Wishnu Hidayat, SpKO, kepada detikHealth.

Tapi tak jarang, pelari rekreasional juga memasukkan unsur 'compete' ke dalam olahraganya tersebut. Tanpa kemampuan dan latihan yang sama seperti atlet profesional, menurut dr Wishnu, bisa meningkatkan risiko cedera pada pelari rekreasional.

Baca juga: Pentingnya Cek Kesehatan Sebelum Ikut-ikutan Tren Olahraga Lari

Survei yang dilakukan Prodia bersama komunitas Indorunner baru-baru ini mengungkap cedera yang paling sering dialami pelari rekreasional antara lain plantar fasciitis atau cedera di telapak kaki (35,6 persen), dan shin splints atau otot di sekitar tulang kering (29 persen).

Risiko cedera yang membayangi para pelari rekreasional juga menjadi perhatian tersendiri bagi Yasha Chatab, salah seorang pendiri komunitas Indorunner. Menurutnya, komunitas lari yang kini makin banyak bermunculan seharusnya menyemangati anggotanya untuk berlari sesuai kemampuan masing-masing.

"Ada juga komunitas yang terlalu menyemangati untuk semangat lari, seperti memberi semangat lo bisa lo bisa," jelas Yasha kepada detikHealth.

Akibatnya, tidak jarang yang akhirnya memaksakan diri dan akhirnya cedera. Bukannya sehat, malah jadi sakit bukan?

Baca juga: Mau Mengikuti Tren Olahraga yang Lagi Ngehits? Kenali Kemampuan Sendiri (up/up)
News Feed