Jakarta -
Masturbasi dilihat dari kesehatan sebetulnya bukan hal yang dilarang. Beberapa ahli malah menyebut masturbasi bisa memiliki manfaatnya tersendiri mulai dari membantu melepas stres, alternatif pemenuhan kebutuhan seksual, hingga mengurangi risiko kanker prostat.
Menurut psikolog klinis dan terapis seks Jason Winter, PhD, tidak ada batasan berapa frekuensi masturbasi yang normal. Namun demikian tentu ada batasan di mana masturbasi masih bisa dianggap sebagai hal yang wajar.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut tanda-tanda bila kebiasaan masturbasi seseorang sudah tidak sehat lagi:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Manfaat Masturbasi Bagi Wanita
1. Mengganggu kehidupan sosial
Foto: Thinkstock
|
Bila karena masturbasi seseorang jadi kesulitan untuk beraktivitas sehari-hari seperti belajar atau bekerja itu tanda bahwa kebiasaannya sudah tidak sehat lagi. Winter menegaskan pada titik itu perlu adanya evaluasi dan bantuan dari tenaga ahli.
"Masturbasi layaknya perilaku lain seperti menonton TV, browsing internet, atau main video game. Dalam moderasi, kegiatan itu baik. Tapi jika sudah dilakukan di luar kendali maka pertanda ada masalah mendasar yang perlu segera ditangani," tambah Winter, dikutip dari Ask Men.
2. Berkurangnya kualitas seks
Foto ilustrasi: Hasan Al Habsy
|
Psikolog perkawinan dan keluarga dari Klinik Rumah Hati, Wulan Ayu Ramadhani, mengatakan orang yang sering masturbasi lewat stimulasi seks secara visual, seperti majalah atau video porno, terkadang kualitas hubungan intimnya dengan pasangan menjadi berkurang.
"Bisa jadi terjadi karena pemuasan diri sendiri dianggap lebih memuaskan ketika berhubungan dengan pasangan, meskipun tidak selalu," kata Wulan.
3. Cedera
Foto: thinkstock
|
Masturbasi yang dilakukan terlalu sering dan terlalu bersemangat dapat mencederai organ intim akibat gesekan berlebih. Kalau sudah demikian itu jadi tanda bahwa kebiasan masturbasi perlu dikendalikan.
Sebuah kasus di Nigeria dilaporkan seorang laki-laki yang mematahkan penisnya sendiri saat sedang melakukan masturbasi. Ia memegang pangkal penis dengan ibu jari, telunjuk dan jari tengah kirinya, kemudian memutar penis ke arah tangan kanan.
Kemudian ia mendengar suara 'klik' yang diikuti oleh rasa sakit dan menyebabkan penisnya patah. Tapi ia termasuk beruntung karena masih bisa melakukan ereksi 5 hari setelah operasi.
4. Kualitas sperma berkurang
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Kebiasaan masturbasi yang berlebihan diketahui dapat memengaruhi jumlah dan volume sperma yang ada di air mani. Sebuah penelitian menunjukkan ejakulasi dua kali dalam sehari bisa menurunkan tingkat sperma 29 persen, sedangkan ejakulasi tiga kali sehari bisa menurunkan hingga 41 persen sperma.
Bila seseorang ingin menjadi pria subur dan mempercepat kehamilan, setidaknya beri jeda selama 3 hari untuk melakukan ejakulasi, baik melalui masturbasi maupun hubungan badan.
5. Ejakulasi dini
Foto: thinkstock
|
Pakar seks Dr Andri Wanananda MS mengatakan masturbasi bila sudah terlalu sering bisa ada dampak terjadi ejakulasi dini saat bercinta dengan pasangan.
"Hal ini disebabkan oleh kebiasaan tergesa-gesa saat masturbasi karena ingin cepat merasakan kenikmatan orgasme seorang diri (self-satisfaction). Lalu ketika ia menikah, sifat tersebut masih terpatri pada dirinya hingga mengabaikan eksistensi isterinya. Itulah yang menyebabkan banyak kasus ejakulasi dini," tutur Dr Andri.
Bila karena masturbasi seseorang jadi kesulitan untuk beraktivitas sehari-hari seperti belajar atau bekerja itu tanda bahwa kebiasaannya sudah tidak sehat lagi. Winter menegaskan pada titik itu perlu adanya evaluasi dan bantuan dari tenaga ahli.
"Masturbasi layaknya perilaku lain seperti menonton TV, browsing internet, atau main video game. Dalam moderasi, kegiatan itu baik. Tapi jika sudah dilakukan di luar kendali maka pertanda ada masalah mendasar yang perlu segera ditangani," tambah Winter, dikutip dari Ask Men.
Psikolog perkawinan dan keluarga dari Klinik Rumah Hati, Wulan Ayu Ramadhani, mengatakan orang yang sering masturbasi lewat stimulasi seks secara visual, seperti majalah atau video porno, terkadang kualitas hubungan intimnya dengan pasangan menjadi berkurang.
"Bisa jadi terjadi karena pemuasan diri sendiri dianggap lebih memuaskan ketika berhubungan dengan pasangan, meskipun tidak selalu," kata Wulan.
Masturbasi yang dilakukan terlalu sering dan terlalu bersemangat dapat mencederai organ intim akibat gesekan berlebih. Kalau sudah demikian itu jadi tanda bahwa kebiasan masturbasi perlu dikendalikan.
Sebuah kasus di Nigeria dilaporkan seorang laki-laki yang mematahkan penisnya sendiri saat sedang melakukan masturbasi. Ia memegang pangkal penis dengan ibu jari, telunjuk dan jari tengah kirinya, kemudian memutar penis ke arah tangan kanan.
Kemudian ia mendengar suara 'klik' yang diikuti oleh rasa sakit dan menyebabkan penisnya patah. Tapi ia termasuk beruntung karena masih bisa melakukan ereksi 5 hari setelah operasi.
Kebiasaan masturbasi yang berlebihan diketahui dapat memengaruhi jumlah dan volume sperma yang ada di air mani. Sebuah penelitian menunjukkan ejakulasi dua kali dalam sehari bisa menurunkan tingkat sperma 29 persen, sedangkan ejakulasi tiga kali sehari bisa menurunkan hingga 41 persen sperma.
Bila seseorang ingin menjadi pria subur dan mempercepat kehamilan, setidaknya beri jeda selama 3 hari untuk melakukan ejakulasi, baik melalui masturbasi maupun hubungan badan.
Pakar seks Dr Andri Wanananda MS mengatakan masturbasi bila sudah terlalu sering bisa ada dampak terjadi ejakulasi dini saat bercinta dengan pasangan.
"Hal ini disebabkan oleh kebiasaan tergesa-gesa saat masturbasi karena ingin cepat merasakan kenikmatan orgasme seorang diri (self-satisfaction). Lalu ketika ia menikah, sifat tersebut masih terpatri pada dirinya hingga mengabaikan eksistensi isterinya. Itulah yang menyebabkan banyak kasus ejakulasi dini," tutur Dr Andri.
(fds/up)