Kamis, 21 Des 2017 19:45 WIB

Ini Penjelasan Pakar Soal Hidung Meler Saat BAB

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Penjelasan pakar soal hidung meler saat BAB/Foto: Thinkstock Penjelasan pakar soal hidung meler saat BAB/Foto: Thinkstock
Jakarta - Hidung meler biasanya terjadi ketika seseorang terserang pilek. Namun dalam kondisi-kondisi tertentu, hidung bisa saja tiba-tiba meler. Misalnya saja saat buang air besar.

Sebenarnya kondisi ini normal-normal saja. Bahkan ada sebutan ilmiahnya, yaitu 'defecation rhinorrhea' yang secara harfiah berarti hidung meler saat buang air besar.

Untuk mengetahui bagaimana ini bisa terjadi, perlu dipahami mekanisme yang dijalani tubuh saat bersiap untuk buang air besar. "Usus-usus di tubuh kita dikendalikan oleh saraf-saraf yang rumit," kata Michael Rice, MD, ahli pencernaan dari Michigan Medicine Gastroenterology Clinic, University of Michigan.

Sistem saraf otomatis yang dimaksud terdiri atas saraf simpatetik dan parasimpatetik yang berkoordinasi untuk menjaga fungsi tubuh tetap berjalan, seperti detak jantung, tekanan darah, pencernaan hingga buang air besar.

"Pada dasarnya, serabut saraf parasimpatetik di pinggul Anda bertanggung jawab memicu kontraksi peristaltik di usus bawah, yang kemudian mendorong kotoran dalam tubuh keluar," terang Rice seperti dilaporkan Men's Health.

Nah, karena serabut saraf yang sama juga mengatur suplai darah ke hidung dan mengendalikan pengeluaran mucus atau lendir, maka ketika tubuh bersiap untuk buang air besar, ini juga memicu saraf di hidung untuk 'menyala'. Akibatnya, pembuluh darah di hidung melebar dan keluarlah ingus dari dalamnya.

Rice menambahkan ini tidak ada kaitannya dengan postur tubuh Anda saat buang air besar lho. Meski demikian, posisi tubuh yang condong ke depan saat buang air besar bisa saja mengakibatkan hidung meler.

"Posisi ini bisa saja semakin mendorong lendir keluar lewat hidung, ketimbang rebahan saat Anda rebahan," katanya.

Baca juga: 4 Fakta Soal Ingus dan Kesehatan Tubuh Anda

Namun yang pasti postur tubuh yang tepat saat buang air besar adalah duduk dengan kedua kaki agak ditekuk untuk mendapatkan posisi seperti jongkok sehingga buang air besar menjadi lebih lancar.

Untuk yang satu ini, dr Ayu Yuni Andini dari Klinik Cempaka Putih, Jakarta Pusat pernah berpendapat bahwa toilet jongkok lebih baik ketimbang toilet duduk.

"Sejujurnya kita itu lebih baik menggunakan toilet jongkok. Kenapa? Karena posisi anatomi tubuh manusia akan lebih baik jika kita menggunakan toilet jongkok," terangnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Ketika buang air besar, otot puborectalis mengendurkan tekanannya di rektum (usus besar) untuk memungkinkan feses keluar. Dalam posisi duduk, tekanan yang ada hanya mengendur sebagian sedangkan dalam posisi jongkok, tekanannya mengendur dan rileks dengan sempurna sehingga memudahkan proses pengeluaran feses.

Baca juga: Meler, Gatal dan Kebelet BAB, Hal-hal Aneh namun Wajar Terjadi Saat Lari (lll/up)
News Feed