Skip challenge atau pass out challenge ramai dilakukan anak sekolah untuk mencari sensasi nyaris pingsan. Sementara itu, ada Anastasia Wella yang menceritakan kisahnya hidup dengan 9 kepribadian.
Indonesia melakukan pilot project vaksin pneumonia di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kisah bayi Naura berjuang melawan atresia bilier menarik simpati warganet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
|
Foto: twitter
|
Namun pakar kesehatan hingga pendidikan mengecam permainan ini. Dr dr Rizaldy Pinzon, MKes, SpS dari RS Bethesda Yogyakarta menjelaskan dinding dada yang harusnya mengembang dan mengempis, saat ditekan dengan sangat keras dapat menyebabkan kondisi yang disebut asfiksia traumatik, yakni kondisi otak yang kekurangan oksigen.
Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan, dr Eni Gustina, MPH, menanggapi bahwa skip challenge adalah sebuah aktivitas yang berbahaya. Menurutnya pihak sekolah lewat Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan keluarga lewat orang tua perlu lebih berperan aktif mengawasi kegiatan anak-anak.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melarang para siswa untuk melakukan tantangan semacam itu. Mendikbud juga mengimbau para guru dan kepala sekolah memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas siswa di lingkungan sekolah.
"Mata rantai kekerasan pada anak harus kita putuskan. Informasi yang tidak layak seperti Skip Challenge yang mengandung kekerasan tentu menjadi kewajiban pemerintah untuk mengangani masalah ini," kata Menteri PPPA, Yohanna Yembise, di kesempatan lainnya.
Tonton videonya:
|
Foto: Worcester Polytechnic Institute
|
Peneliti dari Worcester Polytechnic Institute melaporkan di jurnal Biomaterials bahwa daun bayam dipakai sebagai kerangka. Dengan menggunakan teknik khusus, sel tumbuhan yang ada pada daun dihilangkan lalu kemudian diganti dengan sel hidup jantung manusia.
Baca juga: Pakai Daun Bayam, Ilmuwan Tumbuhkan Jantung Manusia
Mengapa daun bayam yang dipakai menurut peneliti karena jaringan vaskulernya mirip seperti pada jantung manusia. Di dalam daun jaringan vaskuler dipakai untuk mentransportasikan cairan dan nutrisi ke seluruh bagian tumbuhan layaknya pembuluh darah.
Dengan demikian harapannya sel manusia dapat terbentuk di dalam daun dan perlahan-lahan bisa dibentuk tumbuh menjadi organ utuh.
Baca juga: Embrio Chimera Manusia-Babi Berhasil Diciptakan
|
Foto: Firdaus Anwar
|
Awalnya tidak ada yang tahu apa yang terjadi ketika di usia 11 tahun Anastasia sering alami ingatan 'kosong'. Ia kerap kehilangan konsep waktu akibat kepribadian yang lain mengambil alih kesadarannya.
Baca juga: Bagaimana Rasanya Hidup dengan 9 Kepribadian?
Selama kepribadian yang lain mengambil alih, Anastasia sendiri mengaku tak pernah ingat apa yang dilakukannya. Ia sendiri keheranan ketika ada teman atau kerabat yang menyebut dirinya bisa melakukan berbagai macam hal seperti berenang, menari, atau fasih menulis serta membaca huruf arab yang jelas-jelas tak pernah ia pelajari.
Selama kepribadian yang lain mengambil alih, Anastasia sendiri mengaku tak pernah ingat apa yang dilakukannya. Ia sendiri keheranan ketika ada teman atau kerabat yang menyebut dirinya bisa melakukan berbagai macam hal seperti berenang, menari, atau fasih menulis serta membaca huruf arab yang jelas-jelas tak pernah ia pelajari.
Baca juga: Curhat Anastasia: Ingin Bertemu Penyandang DID Lainnya
Mengapa kepribadian tersebut bisa muncul menurut dokter kemungkinan karena awalnya saat masih anak-anak Anastasia sudah memiliki ganggulan lain yaitu bipolar disorder namun tak tertangani. Ketika sedang berada pada situasi tertekan Anastasia yang sifatnya perfeksionis berusaha keras mengatasi situasi sendiri sehingga akhirnya muncul berbagai kepribadian sebagai coping mechanism.
Tonton videonya:
|
Foto: Thinkstock
|
Vaksin pneumonia bakal diluncurkan melalui pilot project di Lombok, tepatnya di dua kabupaten terlebih dulu yakni Lombok Barat dan Lombok Timur. Jika hasil pilot project di Lombok memuaskan, bisa saja vaksinasi pneumonia menjadi program nasional.
Baca juga: Cegah Pneumonia pada Anak, Yuk Beri Vaksin Ini pada si Kecil
Pemberian vaksin dilakukan sebanyak tiga kali, yakni pada saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan dan 12 bulan. Di tahun kedua, diharapkan sudah ada dokumentasi data yang terlihat.
Adanya dokumentasi data diharapkan dapat menjadi bekal pengajuan vaksin pneumonia sebagai program nasional. Jika hasil pilot project di Lombok memuaskan, bisa saja vaksinasi pneumonia menjadi program nasional. Dengan begitu masyarakat bisa mendapat manfaat vaksin gratis sekaligus mencegah kematian anak dan bayi akibat pneumonia.
Baca juga: Gambaran Pneumonia di Lombok, Tempat Pilot Project Vaksin Pneumonia
"Kita berharap, masyarakat juga mendukung, Pemda juga harus mendukung. Dengan membawa bukti data, rekaman di sana, akan memudahkan pemerintah berjuang ke DPR dan menunjukkan ini efektif," ujar Direktur Surveilans dan Karantina Penyakit Kementerian Kesehatan Ri, dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc.
Baca juga: Kalau Batuk Anak Seperti Ini, Waspadai Gejala Pneumonia
|
Foto: M Reza Sulaiman/detikHealth
|
Satu-satunya cara untuk mengatasi atresia bilier adalah dengan menjalani transplantasi hati. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp1,2 miliar dan tidak semuanya ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional.
Baca juga: Donasi Detikers Bantu Bayi Naura Jalani Transplantasi Hati
Detikcom bekerjasama dengan kitabisa.com sempat melalukan penggalangan dana untuk membantu Naura. Total donasi yang terkumpul mencapai Rp228.289.519 dari 1.258 donatur. Donasi sudah diserahkan seluruhnya kepada keluarga Naura pada Selasa (14/3/2017).
Namun takdir berkata lain. Belum sempat Naura menjalani transplantasi hati, bayi mungil ini sudah harus berpulang. Untuk itu, keluarga besar detik.com mengucapkan belasungkawa sebesar-besarnya atas kepergian Naura.
Baca juga: Alami Gizi Buruk dan Atresia Bilier, Bayi Naura Butuh Bantuan
Halaman 2 dari 6











































