Jumat, 22 Des 2017 16:30 WIB

Berbagai Alasan Penggunaan Sabu Seperti Tio Pakusadewo Menurut Dokter

Suherni Sulaeman - detikHealth
Berbagai alasan penggunaan sabu seperti Tio Pakusadewo menurut dokter/Foto: Hanif Hawari/detikHOT Berbagai alasan penggunaan sabu seperti Tio Pakusadewo menurut dokter/Foto: Hanif Hawari/detikHOT
Jakarta - Sabu merupakan narkotika jenis stimulan yang mengandung zat dasar methamphetamine. Biasanya, tujuan dari pemakaian barang terlarang tersebut adalah merangsang sistem saraf pusat untuk menstimulasi otak sehingga terciptalah kesenangan yang luar biasa.

"Nah efek yang diharapkan dari penggunaan sabu atau methamphetamine itu sendiri adalah efek yang sifatnya tuh efek giting atau high atau mencapai suatu kesenangan yang luar biasa," demikian kata dr Andri, SpKJ, FAPM saat dihubungi detikHealth.

Pada umumnya, imbuh dr Andri, orang menggunakan sabu didasari oleh berbagai alasan, di antaranya supaya fokus, kinerja kerja meningkat, tidak gampang lelah dan ada juga untuk menambah performa seksual.

"Atau ada juga yang sekedar untuk rekreasi, jadi merasakan kegembiraan yang luar biasa dan rasa senang yang luar biasa," ujar dr Andri yang berpraktik di Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera.

Baca juga: Kata Dokter Soal Alasan Tio Pakusadewo Gunakan Sabu untuk Pereda Nyeri

Namun, dr Andri menegaskan, apapun alasannya, termasuk untuk menghilangkan rasa sakit sekalipun seperti aktor Tio Pakusadewo, itu tetap melanggar hukum. Pasalnya obat-obatan tersebut termasuk obat-obatan yang dilarang dan masuk ke dalam jenis narkotika.

"Dengan alasan apapun, misalnya dulu ada seorang artis yang mengatakan menggunakan sabu atau methamphetamine untuk kurus. Ya memang bisa, karena nafsu makannya berkurang karena sudah happy. Tapi secara kedokteran juga tidak ada approval atau mencoba mencari pembenaran dari penggunaan methamphetamine atau sabu ini untuk kasus-kasus seperti itu," terang dr Andri.

Begitu juga menurut dr Hari Nugroho dari Institute of Mental Health Addiction And Neurosience (IMAN), penggunaan amphetamine atau methamphetamine seperti sabu untuk menghilangkan rasa nyeri seperti pada kasus ini adalah alasan pembenar saja. Terlebih, Tio Pakusadewo diketahui memakai obat-obatan terlarang tersebut selama 10 tahun.

"Apalagi jika sudah dikenal sebagai pecandu narkoba cukup lama, kekambuhan (relapse) itu sangat mungkin terjadi, dengan berbagai alasan," pungkas dr Hari.

Baca juga: Ditangkap Nyabu, Tio Pakusadewo Masih Diperiksa di Polda Metro

Saksikan video 20detik tentang Tio Pakusadewo di sini:

(hrn/up)
News Feed