Minggu, 24 Des 2017 12:05 WIB

Tutup Tahun, Jepang Catat Rekor Kelahiran Terendah Sepanjang Sejarah

Firdaus Anwar - detikHealth
Tutup tahun, Jepang catat rekor kelahiran terendah sepanjang sejarah/Foto: Thinkstock
Jakarta - Jumlah kelahiran di Jepang sepanjang tahun ini berada di tingkat terendah sepanjang sejarah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jepang mencatat hanya ada sekitar 941 ribu bayi yang lahir di tahun 2017.

Jumlah tersebut menurut Kemenkes empat persen lebih rendah dibandingkan tahun lalu dan yang paling rendah sejak sensus pertama di tahun 1899. Ini berarti rata-rata populasi warga Jepang semakin tua dan akan jadi masalah di kemudian hari.

Baca juga: Balita Stunting Ancam Bonus Demografi Indonesia

"Penyebab di balik hal ini karena terus berkurangnya jumlah wanita dalam kelompok usia subur yang berusia 25 sampai 39 tahun," ujar seorang pejabat kementerian seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/12/2017).

Saat ini Jepang memiliki sekitar 125 juta penduduk tanpa menghitung warga negara asing. Dari jumlah tersebut seperempatnya atau 27,5 persen berusia 65 tahun ke atas.

Dengan semakin banyaknya populasi orang tua, Jepang di masa depan bisa menghadapi berbagai masalah seperti beban kesehatan akibat penyakit degeneratif. Seperti misalnya arthritis, penyakit jantung, diabetes, pengeroposan tulang, hingga alzheimer.

Jepang diketahui selama beberapa tahun terakhir ini telah berusaha mendorong keluarga untuk memiliki lebih banyak anak. Namun karena masih belum berhasil juga pemerintah mulai lebih terbuka mempermudah mahasiswa dan tenaga ahli dari luar negeri untuk masuk ke Jepang.

Baca juga: Berbagai Masalah Kesehatan yang Kerap Menyerang di Usia Lanjut (fds/up)