Kamis, 28 Des 2017 14:10 WIB

WHO Pertimbangkan Kecanduan Game Sebagai Bentuk Gangguan Mental

Firdaus Anwar - detikHealth
Orang yang kecanduan game bisa dibilang punya gangguan kejiwaan. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Di tahun 2018, siapa saja yang main game sampai tidak terkontrol ke depannya mungkin dapat didiagnosa memiliki gangguan mental. Hal tersebut karena Badan Kesehatan Dunia (WHO) mempertimbangkannya di dalam edisi ke-11 International Classification of Diseases (ICD).

Menurut WHO kecanduan game dapat diklasifikasikan sebagai gangguan mental karena memenuhi semua kriteria. Orang-orang yang kecanduan tidak bisa berhenti main sehingga berakibat buruk pada fungsi personal, keluarga, sosial, edukasi, dan okupasi.

Baca juga: Main Game 15 Jam Nonstop, Pemuda Ini Tewas Akibat Serangan Jantung

Juru bicara untuk WHO Gregory Hartl mengatakan di dalam ICD akan dijelaskan deskripsi seperti apa kecanduan game yang disebut gangguan mental. Tidak ada keterangan bagaimana untuk mencegah atau mengobatinya.

ICD memberikan deskripsi sebagai pengakuan bahwa kecanduan game memang gangguan mental. Dengan demikian profesional seperti dokter, peneliti, atau para pembuat kebijakan dapat menggunakannya sebagai istilah resmi dan memikirkan cara menghadapinya.

"Pencantuman suatu kelainan di dalam ICD dapat jadi pertimbangan suatu negara untuk membuat kebijakan penyediaan layanan kesehatan dan alokasi sumber daya upaya pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi," kata Gregory seperti dikutip dari CNN, Kamis (28/12/2017).

Dalam rancangan ICD ke-11 disebutkan lebih spesifik bahwa seseorang disebut kecanduan bermain game bila tidak dapat mengkontrolnya. Ia sudah bermain paling tidak selama 12 bulan terakhir apakah itu permainan online atau offline.

Hanya saja bila gejalanya parah, seorang petugas kesehatan profesional bisa memberikan diagnosa kecanduan game meski waktu mulai bermainnya belum sampai 12 bulan.

Baca juga: Tanda-tanda Orang Kecanduan Game dan Internet (fds/up)