Kamis, 04 Jan 2018 11:06 WIB

Haru! Sebelum Hilang, Suara Kakek Ini Direkam untuk Cucu-cucunya

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Karena sebuah penyakit, kakek ini akan kehilangan suaranya. Namun yang ia khawatirkan bukanlah dirinya, tetapi bagaimana caranya berbicara dengan cucu-cucunya. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Rasa sayang kakek atau nenek biasanya melebihi kepada anak mereka sendiri. Tak heran banyak hal yang kadang tak terbayangkan namun mereka lakukan demi cucu mereka.

Seperti halnya yang dilakukan Tony Plant. Empat tahun lalu bicara Tony mulai 'belepotan'. Saat itu Tony tidak menganggapnya serius.

"Orang-orang bilang kata-kata saya kadang belepotan, sampai mereka kira saya mabuk. Tetapi saya tidak begitu menyadarinya," tuturnya.

Dua tahun lalu, Tony kemudian memutuskan pensiun dan menghabiskan waktunya untuk bepergian dan memancing. Hingga suatu saat ia terjatuh dari tangga dan mengalami patah tulang belakang.

Tony memang sempat pulih dan kembali melakukan travelling. Di tengah perjalanan, gejalanya semakin memburuk yang kemudian membuatnya harus menjalani pemeriksaan.

Baru pada bulan Oktober tahun lalu, Tony didiagnosis dengan Motor Neurone Disease. Tony dan istrinya, Janet (58) terkejut ketika diberitahu jika penyakit ini akan menggerogoti tubuh pria yang dulunya berprofesi sebagai tukang batu ini dengan cepat.

"Saya merasa tidak berguna dan tidak bisa bergerak, tetapi saya senang karena masih bisa bicara dengan cucu-cucuku," katanya.

Sayangnya kemampuan ini juga takkan bertahan lama. Saat itulah pria asal Lancashire itu dirujuk ke Burnley General Teaching Hospital untuk menjalani terapi bicara. Di situ pulalah Tony ditawari untuk 'menyimpan' suaranya.

Dalam prosedur ini pasien diajak merekam suaranya saat mengucapkan lebih dari 1.200 kalimat. Rekaman audio ini lantas dimodifikasi untuk menciptakan sebuah suara sintetik.

Baca juga: Asuh Cucu Seminggu Sekali Bantu Otak Kakek-Nenek Tetap Sehat

Pria berusia 62 tahun itu bercerita, dalam proses perekaman, ia dibantu seorang terapis bicara agar mampu mengucapkan setiap kalimat yang akan direkam dengan benar.

"Anda harus masuk ke sebuah ruangan yang sangat kedap suara. Tetapi tantangan sebenarnya adalah Anda baru mengerjakan 30-50 kalimat lalu kelelahan. Jadi saya baru bisa menyelesaikan semuanya dalam tiga pekan," kisahnya.

Nantinya rekaman-rekaman audio itu akan dipecah ke dalam kata-kata tunggal dan tinggal digabung-gabungkan lagi saat dibutuhkan.

Kelak bila suaranya telah hilang, rekaman-rekaman itu bisa membantunya bicara dengan kedua cucunya, Charlotte (2) dan Chloe (3).

"Mereka akan mengenali suara ini sebagai suara kakeknya, bukan hanya suara robot ataupun orang asing," harapnya seperti dilaporkan Lancashire Post.

Baca juga: Kisah Kerinduan Kakek pada 3 Cucu yang Tinggal di Negara Berbeda Ini Jadi Viral


(lll/fds)