Yon Koeswoyo Meninggal, Ini 4 Fakta Soal Diabetes yang Harus Diketahui

Yon Koeswoyo Meninggal, Ini 4 Fakta Soal Diabetes yang Harus Diketahui

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jumat, 05 Jan 2018 17:37 WIB
Yon Koeswoyo Meninggal, Ini 4 Fakta Soal Diabetes yang Harus Diketahui
Foto: Palevi S/detikHOT
Jakarta - Musisi legendaris sekaligus pentolan band Koes Plus, Yon Koeswoyo, meninggal pagi ini karena komplikasi penyakit diabetes. Yon meninggal di usia 77 tahun dan masih aktif manggung di usianya yang tidak muda lagi.

Meninggalnya Yon Koeswoyo meninggalkan duka, dan juga meningkatkan kembali kewaspadaan seputar penyakit diabetes melitus. Salah satunya, Yon disebut mengalami penyakit liver, yang merupakan komplikasi diabetes melitus.

Lalu, apa lagi fakta-fakta soal penyakit diabetes yang harus diketahui? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 4 di antaranya:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: 4 Langkah Cegah Komplikasi Diabetes


1. Belum bisa disembuhkan

Foto: ilustrasi/thinkstock
Diabetes adalah sebuah kondisi akibat ketidakmampuan tubuh mengatur tingkat gula darah. Ia bukan penyakit sehingga tidak bisa disembuhkan namun bisa dikendalikan.

Guru Besar Endokrinologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Profesor Dr dr Pradana, SpPD-KEMD, mengatakan kuncinya adalah mengetahui secara dini sehingga kasus kerusakan tubuh akibat diabetes yang parah bisa dihindari.

"Diabetes nggak bisa sembuh tapi kalau bisa ditemukan awal sebenarnya nggak perlu pakai obat. Kalau gula darah bagus maka komplikasi juga nggak muncul," kata Prof Pradana.

2. Bisa menyerang anak-anak

Foto: Thinkstock
Diabetes tidak mengenal umur dan bisa menyerang siapa saja bahkan anak-anak. Anak bisa terkena diabetes tipe satu yang memang karena faktor genetik dan juga tipe dua yang dipicu oleh kegemukan akibat gaya hidup tidak sehat.

dr Julistio Djais, SpA(K), MKes, pakar gizi anak dari RS Hasan Sadikin Bandung menjelaskan secara kurva tumbuh kembang, memang anak biasanya mengalami kelebihan berat badan hingga usia 5 tahun. Namun setelah usia 5 tahun akan terjadi penurunan berat badan seiring bertambah tinggi badan anak.

3. Penyakit paling ditakuti

Foto: ilustrasi/thinkstock
Survei Sun Life Asia Health Index 2015 menyebut diabetes merupakan penyakit yang paling ditakuti di Indonesia. Diabetes berada di urutan pertama denga persentase 37 persen lalu diikuti oleh penyakit jantung di peringkat kedua dengan 31 persen dan gangguan pernapasan di 29 persen.

Berdasarkan data Riskesdas 2013, prevalensi pengidap diabetes di Indonesia mencapai 6,9 persen. Itu artinya, sekitar 9,1 juta dari kurang lebih 250 juta penduduk Indonesia mengidap diabetes.

Diabetes melitus merupakan penyakit yang rentan menyebabkan komplikasi. Bahkan, diabetes melitus merupakan penyebab kematian nomor 3 di Indonesia dengan persentase 6,7 persen, di bawah stroke (21,1 persen) dan penyakit jantung (12,9 persen).

4. Bisa dicegah

Foto: ilustrasi/thinkstock
Diabetes bisa dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan mengatur pola makan. Pakar mengatakan olahraga minimal 30 menit per hari dan makan dengan menu diet seimbang dapat menjaga gula darah tidak berlebih.

Jangan malas juga untuk melakukan pemeriksaan darah, apalagi jika anggota keluarga ada yang mengidap diabetes. Jika lingkar perut di atas 90 cm bagi pria dan 80 cm bagi wanita serta sudah berusia di atas 30 tahun harus rutin memeriksakan gula darah, minimal 2 kali dalam setahun.

Pemeriksaan rutin membantu menemukan diabetes lebih cepat yang membuat penyakit sulit berkembang menjadi parah.

Halaman 2 dari 5
Diabetes adalah sebuah kondisi akibat ketidakmampuan tubuh mengatur tingkat gula darah. Ia bukan penyakit sehingga tidak bisa disembuhkan namun bisa dikendalikan.

Guru Besar Endokrinologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Profesor Dr dr Pradana, SpPD-KEMD, mengatakan kuncinya adalah mengetahui secara dini sehingga kasus kerusakan tubuh akibat diabetes yang parah bisa dihindari.

"Diabetes nggak bisa sembuh tapi kalau bisa ditemukan awal sebenarnya nggak perlu pakai obat. Kalau gula darah bagus maka komplikasi juga nggak muncul," kata Prof Pradana.

Diabetes tidak mengenal umur dan bisa menyerang siapa saja bahkan anak-anak. Anak bisa terkena diabetes tipe satu yang memang karena faktor genetik dan juga tipe dua yang dipicu oleh kegemukan akibat gaya hidup tidak sehat.

dr Julistio Djais, SpA(K), MKes, pakar gizi anak dari RS Hasan Sadikin Bandung menjelaskan secara kurva tumbuh kembang, memang anak biasanya mengalami kelebihan berat badan hingga usia 5 tahun. Namun setelah usia 5 tahun akan terjadi penurunan berat badan seiring bertambah tinggi badan anak.

Survei Sun Life Asia Health Index 2015 menyebut diabetes merupakan penyakit yang paling ditakuti di Indonesia. Diabetes berada di urutan pertama denga persentase 37 persen lalu diikuti oleh penyakit jantung di peringkat kedua dengan 31 persen dan gangguan pernapasan di 29 persen.

Berdasarkan data Riskesdas 2013, prevalensi pengidap diabetes di Indonesia mencapai 6,9 persen. Itu artinya, sekitar 9,1 juta dari kurang lebih 250 juta penduduk Indonesia mengidap diabetes.

Diabetes melitus merupakan penyakit yang rentan menyebabkan komplikasi. Bahkan, diabetes melitus merupakan penyebab kematian nomor 3 di Indonesia dengan persentase 6,7 persen, di bawah stroke (21,1 persen) dan penyakit jantung (12,9 persen).

Diabetes bisa dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan mengatur pola makan. Pakar mengatakan olahraga minimal 30 menit per hari dan makan dengan menu diet seimbang dapat menjaga gula darah tidak berlebih.

Jangan malas juga untuk melakukan pemeriksaan darah, apalagi jika anggota keluarga ada yang mengidap diabetes. Jika lingkar perut di atas 90 cm bagi pria dan 80 cm bagi wanita serta sudah berusia di atas 30 tahun harus rutin memeriksakan gula darah, minimal 2 kali dalam setahun.

Pemeriksaan rutin membantu menemukan diabetes lebih cepat yang membuat penyakit sulit berkembang menjadi parah.

(mrs/up)

Berita Terkait