Lain halnya dengan kanker paru-paru yang tidak menyakiti tubuh. Tubuh akan terasa sakit apabila sakit paru sudah mencapai bagian paru di selaput luar. Itulah yang menjadi salah satu penyebab sulitnya mendeteksi kanker paru-paru.
Dr. dr. Achmad Hudoyo, Sp.P(K) dari RS Paru Persahabatan menyebut, 80 persen pasien kanker paru-paru terlambat dideteksi. Sehingga tak jarang ditemui pasien yang sudah parah kondisinya baru mulai berobat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Berbagai Penyebab Kanker Paru di Kalangan Non-perokok
Kanker paru-paru tidak merasakan rasa sakit karena paru-paru hanya memiliki saraf di bagian tertentu yang tidak seperti organ lain. Itulah yang membuat orang merasa tenang-tenang saja. Padahal sudah tahu punya riwayat penyakit kanker paru-paru.
Orang dengan tumor yang besarnya satu sentimeter sebesar kelereng sel kankernya sudah berjumlah satu milyar. Bahkan ada yang sampai tiga atau lima sentimeter hingga membuat bolong paru-parunya tidak akan membuat rasa sakit di orang tersebut.
Selama belum sampai selaput luar paru-paru maka tidak akan terasa sakit karena hanya di selaput luar tersebut yang terdapat saraf.
"Asal kanker parunya tidak sampai selaput luar saja, rasa sakit tidak akan ada di tubuh," tutup dr. Hudoyo.
Baca juga: Targeted Therapy, Pengobatan Kanker Tanpa Melihat Lokasi
(up/up)











































