5 Hal Penting yang Harus Anda Ketahui Soal Flu Australia H3N2

5 Hal Penting yang Harus Anda Ketahui Soal Flu Australia H3N2

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 15 Jan 2018 12:06 WIB
5 Hal Penting yang Harus Anda Ketahui Soal Flu Australia H3N2
Influenza tipe A H3N2 atau Flu Australia membuat banyak anak-anak dan lansia harus dilarikan ke rumah sakit. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Musim flu yang sangat buruk terjadi di Australia pada musim dingin tahun 2017. Influenza tipe A H3N2 membuat banyak anak-anak dan lansia harus dilarikan ke rumah sakit.

Pakar mengatakan setiap musim dingin, akan ada virus flu yang bersirkulasi di belahan bumi utara dan selatan. Laporan surveilans Kementerian Kesehatan Australia tahun 2017 mencatat peningkatan kasus sejak minggu ke-17 dan berakhir pada minggu ke-41 dengan jumlah kasus 2,5 kali lipat lebih banyak dibanding 2016.

Kasus influenza didominasi oleh A H3N2 sebanyak 55 persen, A H1N1 pdm09 sebanyak 8 persen, dan influenza B sebanyak 37 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengantisipasi munculnya virus ini di Indonesia, ini 5 hal penting yang harus Anda ketahui, dikutip dari BBC:

Baca juga: Kementerian Kesehatan RI Waspadai Flu 'Australia' H3N2

1. Lebih berbahaya dari flu biasa?

Foto: Thinkstock
Di dunia medis, penamaan jenis/strain virus dilakukan dengan melihat risiko, dan terbagi menjadi tiga yakni A, B dan C. A merupakan jenis virus yang paling berbahaya, B adalah virus dengan kategori sedang dan C adalah virus yang risiko bahayanya paling kecil.

Virus influenza A H3N2 disebutkan pernah menjadi pandemi pada 1968 dengan perkiraan jumlah kematian sebanyak 1 juta jiwa di seluruh dunia, dengan angka kematian paling tinggi di usia 65 tahun ke atas.

2. Bermanfaatkah vaksinasi flu?

Foto: thinkstock
Vaksinasi flu diberikan setiap tahun dengan mengantisipasi strain virus yang sedang bersirkulasi pada tahun tersebut. Setiap tahun WHO memberikan rekomendasi terkait strain flu apa yang sebaiknya diproduksi vaksinnya oleh industri farmasi.

Influenza A H3N2 sudah ada sejak akhir tahun 2016, dan memang diprediksi kembali bersirkulasi pada tahun 2017. Dengan kata lain, vaksin flu yang dilakukan kemarin cukup bermanfaat mengurangi dampak penyakit.

3. Apa saja gejalanya?

Foto: Getty Images
Gejala flu Australia H3N2 mirip gejala flu pada umumnya, yakni demam di atas 38 derajat celcius, nyeri di sekujur tubuh, rasa lelah, batuk dan tenggorokan kering, sakit kepala dan juga hilangnya nafsu makan.

Pada populasi dewasa umum, gejala flu akan membaik setelah satu minggu. Namun bagi populasi berisiko seperti lansia dan anak-anak, segera pergi ke rumah sakit jika gejala tak hilang setelahs atu minggu, nyeri dada dan kesulitan bernapas, dan memiliki penyakit penyerta lainnya seperti diabetes, jantung atau HIV.

4. Bisakah flu Australia dicegah?

Foto: Rima Olyvia
Bisa, vaksinasi influenza bisa mencegah risiko tertular flu 40-60 persen. Meski begitu, penelitian mengungkap adanya kemungkinan virus flu bermutasi saat bersirkulasi, dan menurunkan efektivitas vaksin hingga 20 persen.

Cara terbaik mencegah penyebaran flu adalah dengan rutin mencuci tangan pakai sabun, menutup mulut dengan tisu saat bersin dan langsung membuat tisu tersebut ke tempat sampah. Jika Anda sudah terinfeksi, sebaiknya beristirahat di rumah dan tidak memaksakan kerja atau sekolah agar tidak menularkan ke orang lain.

5. Apakah Indonesia terancam?

Foto: thinkstock
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr HM Subuh, MPPM mengatakan Kementerian Kesehatan RI sudah mengaktifkan alert system di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di bandara dan pelabuhan sebagai pintu masuk negara.

"Kejadian ini sesuai pola tahunan yang telah diketahui. Sementara di Indonesia, pola peningkatan influenza A(H3N2) tidak sama dengan negara-negara di tersebut, peningkatan kasus dapat terjadi pada rentang waktu semester pertama setiap tahunnya (gabungan pola hemisfer utara dan selatan)," ujarnya.
Halaman 2 dari 6
Di dunia medis, penamaan jenis/strain virus dilakukan dengan melihat risiko, dan terbagi menjadi tiga yakni A, B dan C. A merupakan jenis virus yang paling berbahaya, B adalah virus dengan kategori sedang dan C adalah virus yang risiko bahayanya paling kecil.

Virus influenza A H3N2 disebutkan pernah menjadi pandemi pada 1968 dengan perkiraan jumlah kematian sebanyak 1 juta jiwa di seluruh dunia, dengan angka kematian paling tinggi di usia 65 tahun ke atas.

Vaksinasi flu diberikan setiap tahun dengan mengantisipasi strain virus yang sedang bersirkulasi pada tahun tersebut. Setiap tahun WHO memberikan rekomendasi terkait strain flu apa yang sebaiknya diproduksi vaksinnya oleh industri farmasi.

Influenza A H3N2 sudah ada sejak akhir tahun 2016, dan memang diprediksi kembali bersirkulasi pada tahun 2017. Dengan kata lain, vaksin flu yang dilakukan kemarin cukup bermanfaat mengurangi dampak penyakit.

Gejala flu Australia H3N2 mirip gejala flu pada umumnya, yakni demam di atas 38 derajat celcius, nyeri di sekujur tubuh, rasa lelah, batuk dan tenggorokan kering, sakit kepala dan juga hilangnya nafsu makan.

Pada populasi dewasa umum, gejala flu akan membaik setelah satu minggu. Namun bagi populasi berisiko seperti lansia dan anak-anak, segera pergi ke rumah sakit jika gejala tak hilang setelahs atu minggu, nyeri dada dan kesulitan bernapas, dan memiliki penyakit penyerta lainnya seperti diabetes, jantung atau HIV.

Bisa, vaksinasi influenza bisa mencegah risiko tertular flu 40-60 persen. Meski begitu, penelitian mengungkap adanya kemungkinan virus flu bermutasi saat bersirkulasi, dan menurunkan efektivitas vaksin hingga 20 persen.

Cara terbaik mencegah penyebaran flu adalah dengan rutin mencuci tangan pakai sabun, menutup mulut dengan tisu saat bersin dan langsung membuat tisu tersebut ke tempat sampah. Jika Anda sudah terinfeksi, sebaiknya beristirahat di rumah dan tidak memaksakan kerja atau sekolah agar tidak menularkan ke orang lain.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr HM Subuh, MPPM mengatakan Kementerian Kesehatan RI sudah mengaktifkan alert system di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di bandara dan pelabuhan sebagai pintu masuk negara.

"Kejadian ini sesuai pola tahunan yang telah diketahui. Sementara di Indonesia, pola peningkatan influenza A(H3N2) tidak sama dengan negara-negara di tersebut, peningkatan kasus dapat terjadi pada rentang waktu semester pertama setiap tahunnya (gabungan pola hemisfer utara dan selatan)," ujarnya.

(mrs/fds)

Berita Terkait