Pakar mengatakan setiap musim dingin, akan ada virus flu yang bersirkulasi di belahan bumi utara dan selatan. Laporan surveilans Kementerian Kesehatan Australia tahun 2017 mencatat peningkatan kasus sejak minggu ke-17 dan berakhir pada minggu ke-41 dengan jumlah kasus 2,5 kali lipat lebih banyak dibanding 2016.
Kasus influenza didominasi oleh A H3N2 sebanyak 55 persen, A H1N1 pdm09 sebanyak 8 persen, dan influenza B sebanyak 37 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kementerian Kesehatan RI Waspadai Flu 'Australia' H3N2
1. Lebih berbahaya dari flu biasa?
|
Foto: Thinkstock
|
Virus influenza A H3N2 disebutkan pernah menjadi pandemi pada 1968 dengan perkiraan jumlah kematian sebanyak 1 juta jiwa di seluruh dunia, dengan angka kematian paling tinggi di usia 65 tahun ke atas.
2. Bermanfaatkah vaksinasi flu?
|
Foto: thinkstock
|
Influenza A H3N2 sudah ada sejak akhir tahun 2016, dan memang diprediksi kembali bersirkulasi pada tahun 2017. Dengan kata lain, vaksin flu yang dilakukan kemarin cukup bermanfaat mengurangi dampak penyakit.
3. Apa saja gejalanya?
|
Foto: Getty Images
|
Pada populasi dewasa umum, gejala flu akan membaik setelah satu minggu. Namun bagi populasi berisiko seperti lansia dan anak-anak, segera pergi ke rumah sakit jika gejala tak hilang setelahs atu minggu, nyeri dada dan kesulitan bernapas, dan memiliki penyakit penyerta lainnya seperti diabetes, jantung atau HIV.
4. Bisakah flu Australia dicegah?
|
Foto: Rima Olyvia
|
Cara terbaik mencegah penyebaran flu adalah dengan rutin mencuci tangan pakai sabun, menutup mulut dengan tisu saat bersin dan langsung membuat tisu tersebut ke tempat sampah. Jika Anda sudah terinfeksi, sebaiknya beristirahat di rumah dan tidak memaksakan kerja atau sekolah agar tidak menularkan ke orang lain.
5. Apakah Indonesia terancam?
|
Foto: thinkstock
|
"Kejadian ini sesuai pola tahunan yang telah diketahui. Sementara di Indonesia, pola peningkatan influenza A(H3N2) tidak sama dengan negara-negara di tersebut, peningkatan kasus dapat terjadi pada rentang waktu semester pertama setiap tahunnya (gabungan pola hemisfer utara dan selatan)," ujarnya.
Halaman 2 dari 6











































