Selasa, 16 Jan 2018 17:50 WIB

Hal yang Bisa Membuat Trauma Masa Kecil Berlanjut Jadi Gangguan Kejiwaan

Firdaus Anwar - detikHealth
Kenali hal yang mungkin jadi sumber masalah kejiwaan Anda. (Foto: ilustrasi/thinkstock) Kenali hal yang mungkin jadi sumber masalah kejiwaan Anda. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Vokalis grup musik The Cranberries, Dolores O'Riordan dilaporkan meninggal dunia di usia 46 tahun. Belum diketahui pasti penyebab kematiannya namun ada asumsi ini berkaitan dengan masalah kesehatan jiwa yang ia idap seperti depresi dan sindrom bipolar.

Dilansir BBC, Dolores memang sempat bercerita bahwa dirinya sudah berjuang dengan masalah kesehatan jiwa sejak masih anak-anak. Saat itu dirinya sering disiksa hingga berujung pada gangguan makan.

Baca juga: Pergulatan Kesehatan Jiwa Dolores 'The Cranberries' Sejak Kecil

Terkait hal tersebut psikiater dr Andri SpKJ, FAPM, dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera mengatakan bahwa memang bisa saja peristiwa traumatis saat masih anak-anak berkembang menjadi masalah hingga dewasa. Seseorang bisa saja jadi lebih rentan terhadap depresi, antisosial, hingga munculnya gangguan kepribadian.

Apa yang menyebabkannya bisa karena faktor dari individu itu sendiri ditambah dari lingkungan sekitarnya.

"Walaupun mungkin awalnya waktu masih anak-anak mengalami suatu penindasan, tapi ketika sudah dewasa sudah memiliki cara untuk mengolah pikiran dan perasaan ditambah lingkungan yang mendukung maka orang itu bisa mengalami perubahan menjadi ke arah yang lebih baik," kata dr Andri ketika dihubungi detikHealth pada Selasa (16/1/2018).

"Tapi kalau tidak dapat dukungan mungkin akan mengalami masalah-masalah juga di kemudian hari," lanjutnya.

Bila seseorang memang diketahui memiliki semacam trauma atau gangguan kejiwaan, apa yang harus dilakukan pertama kali menurut dr Andri adalah menyadarinya terlebih dulu. Seseorang perlu sadar bahwa hal tersebut adalah masalah yang perlu dihadapi.

Setelah menyadari masalah, langkah selanjutnya adalah mencari bagaimana cara agar perasaan dan pikiran bisa diatur lebih baik. Konsultasikan dengan ahli kejiwaan bila memang diperlukan.

"Kita berupaya cari cara mengolah perasaan dan pikiran traumatik kita agar tidak terlalu berefek pada kondisi saat ini. Kalau kita mengharapkan hal itu terjadi bisa saja terjadi," pungkas dr Andri.

Baca juga: Shock Berkepanjangan, Korban Persekusi Butuh Trauma Healing (fds/up)
News Feed