Sabtu, 20 Jan 2018 09:02 WIB

Tes Universal untuk Deteksi Kanker Kabarnya Sudah di Depan Mata

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
AS berhasil mengembangkan tes darah yang dapat mendeteksi kanker. Foto: Thinkstock
Jakarta - Tes darah biasanya hanya bisa memantau gangguan pada tubuh yang sifatnya ringan-ringan saja. Namun baru-baru ini ditemukan tes universal untuk mendeteksi kanker lho.

Tes darah ini dikembangkan oleh tim peneliti dari Johns Hopkins University, AS. Menurut peneliti, tumor meninggalkan jejak-jejak yang sangat kecil pada DNA yang telah termutasi dan protein yang masuk ke dalam aliran darah.

Kemudian tes darah ini dapat melacak jejak-jejak itu untuk memastikan ada tidaknya mutasi genetik yang mengindikasikan adanya kanker.

Peneliti mengklaim sejauh ini metode tersebut telah berhasil mendeteksi delapan jenis kanker setelah diujicobakan pada 1.005 pasien kanker ovarium, liver, perut, pankreas, kerongkongan, usus, paru-paru atau payudara yang kondisinya rata-rata belum metastatis atau menyebar ke jaringan lain.

Secara mengejutkan, tingkat akurasi tes yang disebut The Cancer Seek ini mencapai 70 persen.

Baca juga: Cek Darah yang Penting untuk Pria

"Deteksi dini semacam ini sangatlah penting dan melihat hasilnya, kami sangat terkesan. Saya kira ini akan memberikan dampak yang luar biasa pada tingkat keberlangsungan hidup pada pasien kanker," kata peneliti, Dr Cristian Tomasetti seperti dilaporkan BBC.

Tomasetti menambahkan, tes ini diharapkan dapat menjawab sejumlah persoalan seperti lima dari delapan jenis kanker yang tidak memiliki program skrining untuk deteksi dini.

Contoh masalah lainnya adalah pada kanker pankreas. Kanker ini tidak memperlihatkan banyak gejala dan seringkali terlambat ketika sudah terdeteksi hingga 4 dari 5 pasien meninggal tiap tahunnya ketika terdiagnosis.

Baca juga: 10 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Wanita

Untuk saat ini, Tomasetti mengatakan The Cancer Seek tengah diujicobakan pada orang-orang yang belum terdiagnosis kanker. Peneliti berharap tes ini dapat melengkapi metode skrining lain seperti mammogram untuk kanker payudara dan colonoscopy untuk kanker kolorektal.

"Harapannya tes darah ini dapat digunakan sekali dalam setahun," imbuh Tomasetti.

Bila sudah siap, biaya prosedur tes darah ini rencananya akan dipatok kurang dari 500 dollar AS (berkisar Rp 6,5 juta) atau hampir sama dengan biaya colonoscopy.

Baca juga: Jangan Takut Tes Darah, Ini 5 Manfaat Sehatnya (lll/fds)