Senin, 22 Jan 2018 12:31 WIB

Mengulik Isi Otak Orang yang Kecanduan Smartphone

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Dua orang siswa di Bondowoso didiagnosis mengalami kecanduan smartphone. Pakar mengatakan kecanduan smartphone bisa mengubah otak seseorang. Foto: Chuck S Widarsha Dua orang siswa di Bondowoso didiagnosis mengalami kecanduan smartphone. Pakar mengatakan kecanduan smartphone bisa mengubah otak seseorang. Foto: Chuck S Widarsha
Topik Hangat Kecanduan Smartphone
Jakarta - Dua orang siswa di Bondowoso didiagnosis mengalami kecanduan smartphone. Pakar mengatakan kecanduan smartphone bisa mengubah otak seseorang.

Hal ini pertama kali dibuktikan oleh sekelompok peneliti dari Korea University. Hasil pemindaian otak 19 orang pasien kecanduan smartphone dan internet menunjukkan adanya perubahan pada komposisi otak mereka.

Baca juga: Tanda-tanda Kamu Mulai Kecanduan Smartphone

Peneliti menemukan bahwa mereka yang kecanduan smartphone memiliki GABA, sebuah neurotrasnmitter otak yang memperlambat fungsi neuron. Tingginya kadar GABA pada otak membuat neuron sulit menangkap sinyal, yang membuat seseorang mudah kehilangan fokus.

"GABA membuat neuron melambat. Akibatnya, seseorang akan lebih sulit untuk fokus dan mengontrol dirinya. Ia juga akan lebih mudah terdistraksi ketika mencoba untuk fokus kepada suatu hal," ujar Caglar Yildirim dari State University of New York, dikutip dari CNN.

Dengan kata lain, orang yang kecanduan smartphone akan sulit memerhatikan hal lain. Jika dibiarkan dan tak ditangani, orang yang kecanduan smartphone lebih mungkin mengalami gangguan kognitif.

Di sisi lain, dr Andri, SpKJ, FAPM, dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, mengatakan bahwa kecanduan smartphone dan internet bisa mengubah sistem dopamin di otak. Kecanduan internet dan smartphone membuat stimulasi dopamin berlebih dan menghasilkan efek euforia.

Pada kasus kecanduan, euforia yang dihasilkan sama-sama memiliki efek buruk seperti kecanduan zat adiktif maupun perilaku adiktif lainnya. Internet dan smartphone menguasai pusat perasaan senang di otak yang membuat kita 'menagih' rasa senang tersebut.

"Selain itu pula penelitian mengatakan adanya peningkatan aliran darah di area otak yang berhubungan dengan reward and pleasure. Artinya internet akan mengaktivasi pusat rasa senang di otak dan akan membuat rasa ingin lagi dan lagi yang lebih besar," tutupnya.

Baca juga: Mengenal dan Mengatasi Kecanduan Smartphone

(mrs/up)
Topik Hangat Kecanduan Smartphone
News Feed