Seperti pada umumnya pesan berantai, informasi tentang tusuk jarum tersebut juga diakhiri dengan anjuran untuk mem-forward atau meneruskannya ke orang lain. Diklaim dalam 10 detik, tips-tips yang diuraikan dalam pesan tersebut sudah bisa memberikan efek.
Berikut ini bunyi pesan berantai tersebut:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Lumpuh 1/2 badan (akibat penyumbatan maupun perdarahan), nampak mulut - mata mencong, harus segera ambil jarum jahit, tusuk kedua daun telinga paling bawah, masing2 pencet 1 tetes darah. Orangnya langsung sembuh, dan tidak meninggalkan gejala di belakang hari.
2. Serangan jantung, segera buka kaos kakinya, dgn jarum jahit tusuk semua ujung2 jari kaki, lalu pencet masing2 dikeluarkan 1 tetes darah. Biasanya orangnya langsung siuman.
3. Bengek atau asma, sulit napas sampai menderita sekali. Segera tusuk ujung hidung dgn jarum jahit, pencet keluar 2 tetes darah hitam, langsung sembuh.
4. Ayanan (kejang2), tusuk dgn jarum jahit (jarum lain boleh ?), tusuk pada titik Ren Chung (pertengahan dlm parit antara hidung & bibir atas), segera sembuh.
ke 4 jurus di atas tidak ada bahayanya, Jgn takut, semuanya berkhasiat dalam 10 detik.
Forward sekali, mungkin BISA MENOLONG banyak orang..!!
MOHON jika sudah lihat ini di simpan.
Baca juga: Eksperimen: Mengupas Hoax 'Potongan Kanker' yang Menjauhi Bawang Putih
Terpercayakah informasi tersebut? Ahli bedah saraf dari RS Mayapada, dr Roslan Yusni Hasan, SpBS dengan tegas membantah informasi yang ada dalam pesan berantai tersebut.
"Nggak ada benar-benarnya sama sekali, malah bahaya informasi seperti ini," kata dokter yang akrab disapa dr Ryu tersebut.
"Setiap orang bisa merasa melakukan hal yang dia pikir benar padahal makin memperkecil lemungkinan penderita selamat, karena delay (keterlambatan) tindakan yang seharusnya," lanjutnya.
Soal klaim bahwa keempat jurus dalam pesan berantai tersebut tidak berbahaya, dr Ryu memberikan catatan tersendiri. Menurutnya, tusuk jarum relatif kecil risikonya. Namun yang lebih dikhawatirkan adalah delay atau keterlambatan untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat karena mengikuti tips-tips yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
"Tidak usah diforward. Tapi tiap ada yang posting, langsung aja diberi tahu: INI HOAX DAN MEMBAHAYAKAN," saran dr Ryu.
Baca juga: Dua Sisi Masker Disebut Punya Fungsi Berbeda, Hoax or Not?
(up/up)










































