Selasa, 23 Jan 2018 14:41 WIB

Mengapa Terasa Pusing Seusai Gempa?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: Dok. BPPTKG Kementerian ESDM Foto: Dok. BPPTKG Kementerian ESDM
Jakarta - Gempa baru saja mengguncang Jakarta dan sekitarnya. Bagi yang sedang berada di lantai atas gedung pencakar langit, rasa pusing mungkin sempat menghampiri.

Makin tinggi ketinggian gedung, guncangan gempa akan semakin terasa dan sensasi pusing juga semakin menjadi. Umumnya, pusing hanya mampir sesaat dan akan berlalu setelah situasi kembali kondusif.

Namun dalam beberapa kasus, pusing atau dizziness bisa bertahan lebih lama. Ini dialami sejumlah warga Kunamoto di Jepang, usai gempa 6,4 Skala Richter mengguncang wilayah tersebut pada April 2016. Mereka mengalami kondisi yang disebut 'jishin-yoi' atau earthquake drunk.

Hingga beberapa bulan kemudian, sekitar 200 orang masih mengalami kondisi yang disebut juga 'post-earthquake dizziness syndrome' (PEDS) tersebut. Bukan cuma merasa pusing, mereka juga mengalami gangguan keseimbangan.

Baca juga: Penjelasan BMKG Soal Gempa Banten, Dimutakhirkan Jadi 6,1 SR

Dikutip dari Dailymail, beberapa dokter menjelaskan kondisi ini mirip motion sickness atau pusing yang dirasakan saat berkendara. Ini biasanya terjadi ketika sensasi bergerak yang dirasakan oleh otak, berbeda dengan visual yang ditangkap oleh mata.

Sebagian lainnya menyebut kondisi ini sebagai earthquake phobia atau ketakutan berlebih terhadap gempa bumi.

Stres dan kegelisahan disebut sebagai faktor yang turut berkontribusi pada kondisi tersebut. Separuh dari pasien juga mengaku mengalami depresi.

Baca juga: Ini Langkah-langkah yang Perlu Dilakukan Saat Terjadi Gempa Bumi

(up/up)
News Feed