Makin tinggi ketinggian gedung, guncangan gempa akan semakin terasa dan sensasi pusing juga semakin menjadi. Umumnya, pusing hanya mampir sesaat dan akan berlalu setelah situasi kembali kondusif.
Namun dalam beberapa kasus, pusing atau dizziness bisa bertahan lebih lama. Ini dialami sejumlah warga Kunamoto di Jepang, usai gempa 6,4 Skala Richter mengguncang wilayah tersebut pada April 2016. Mereka mengalami kondisi yang disebut 'jishin-yoi' atau earthquake drunk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Penjelasan BMKG Soal Gempa Banten, Dimutakhirkan Jadi 6,1 SR
Dikutip dari Dailymail, beberapa dokter menjelaskan kondisi ini mirip motion sickness atau pusing yang dirasakan saat berkendara. Ini biasanya terjadi ketika sensasi bergerak yang dirasakan oleh otak, berbeda dengan visual yang ditangkap oleh mata.
Sebagian lainnya menyebut kondisi ini sebagai earthquake phobia atau ketakutan berlebih terhadap gempa bumi.
Stres dan kegelisahan disebut sebagai faktor yang turut berkontribusi pada kondisi tersebut. Separuh dari pasien juga mengaku mengalami depresi.
Baca juga: Ini Langkah-langkah yang Perlu Dilakukan Saat Terjadi Gempa Bumi
(up/up)











































