Gemetar dan Jantung Berdetak Kencang, Hal-hal yang Anda Alami Saat Panik

Gemetar dan Jantung Berdetak Kencang, Hal-hal yang Anda Alami Saat Panik

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Selasa, 23 Jan 2018 16:45 WIB
Gemetar dan Jantung Berdetak Kencang, Hal-hal yang Anda Alami Saat Panik
Suasana panik setelah gempa mengguncang Jakarta. (Foto: Danang Sugianto)
Jakarta - Kepanikan dialami oleh sejumlah warga setelah adanya gempa yang berpusat di Banten atau tepatnya di koordinat 7,21 LS dan 105,91 BT atau tepatnya 81 km arah barat daya dari Lebak, Banten. Gempa ini pun juga terasa kencang di Jakarta dengan guncangan yang bertahan lebih dari 2 menit.

Ketika dalam suasana yang tak terduga seperti gempa bumi, panik adalah hal yang wajar. Dilansir dari DSC, berikut ini adalah hal-hal yang akan terjadi ketika diserang rasa panik.

Baca juga: Guncangan Terasa Kencang di Jakarta, Pusat Gempa di Banten

1. Detak jantung meningkat

Foto: Thinkstock
Psikolog dan psikoterapis, Dr Jeanette Raymond, menjelaskan peningkatan adrenalin adalah respon otak untuk mempersiapkan diri dari hal-hal yang tanpa sadar kita takuti menimpa diri kita saat dilanda suatu hal. Efeknya dari peningkatan adrenalin itu adalah detak jantung yang meningkat.

2. Berkeringat

Foto: ilustrasi/thinkstock
Sama halnya dengan mode persiapan ketika adrenalin melonjak, keringat juga akan terproduksi lebih banyak ketika seseorang dilanda kepanikan. Ini merupakan respon tubuh untuk mempersiapkan otot-otot untuk beraktivitas lebih.

Baca juga: Dianggap Bukan Penyakit, Serangan Panik Sering Tak Disadari

3. Nafas yang pendek dan kebingungan

Foto: Thinkstock
Kenaikan detak jantung dan aliran darah yang semakin berat membuat tubuh membutuhkan oksigen ekstra. Dalam upaya untuk mendapatkan lebih banyak oksigen ke darah, Anda mulai mengalami hiperventilasi, yang mana akan membuat Anda menjadi sulit berkonsentrasi.

4. Gemetar

Foto: thinkstock
Ketika tubuh 'mengaktifkan' mode pertahanan saat panik, selain irama jantung yang meningkat, biasanya Anda akan ikut gemetar. Ini disebabkan oleh darah yang mengalir dengan kencang dan menstimulasi sistem saraf untuk bereaksi. akibatnya, anggota badan pun gemetar.
Halaman 2 dari 5
Psikolog dan psikoterapis, Dr Jeanette Raymond, menjelaskan peningkatan adrenalin adalah respon otak untuk mempersiapkan diri dari hal-hal yang tanpa sadar kita takuti menimpa diri kita saat dilanda suatu hal. Efeknya dari peningkatan adrenalin itu adalah detak jantung yang meningkat.

Sama halnya dengan mode persiapan ketika adrenalin melonjak, keringat juga akan terproduksi lebih banyak ketika seseorang dilanda kepanikan. Ini merupakan respon tubuh untuk mempersiapkan otot-otot untuk beraktivitas lebih.

Baca juga: Dianggap Bukan Penyakit, Serangan Panik Sering Tak Disadari

Kenaikan detak jantung dan aliran darah yang semakin berat membuat tubuh membutuhkan oksigen ekstra. Dalam upaya untuk mendapatkan lebih banyak oksigen ke darah, Anda mulai mengalami hiperventilasi, yang mana akan membuat Anda menjadi sulit berkonsentrasi.

Ketika tubuh 'mengaktifkan' mode pertahanan saat panik, selain irama jantung yang meningkat, biasanya Anda akan ikut gemetar. Ini disebabkan oleh darah yang mengalir dengan kencang dan menstimulasi sistem saraf untuk bereaksi. akibatnya, anggota badan pun gemetar.

(ask/up)

Berita Terkait