4 Faktor Risiko Myelofibrosis, Penyakit yang Diidap Istri Said Bajaj Bajuri

4 Faktor Risiko Myelofibrosis, Penyakit yang Diidap Istri Said Bajaj Bajuri

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 29 Jan 2018 14:15 WIB
4 Faktor Risiko Myelofibrosis, Penyakit yang Diidap Istri Said Bajaj Bajuri
Menurut Said istrinya kehilangan sekitar 20 kilogram berat badan. (Foto: Instagram/bajurisaid)
Jakarta - Istri dari komedian Saleh Ali Bawazier yang akrab disapa Said dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (28/1). Sang Istri, Alyah, meninggal setelah beberapa minggu berjuang melawan penyakit kanker darah myelofibrosis.

Myelofibrosis sendiri menurut Mayo Clinic adalah bentuk tidak biasa dari leukemia yang disebabkan karena kelainan sumsum tulang. Pengidapnya akan mengalami gangguan kesehatan karena sumsum tulangnya tidak bisa memproduksi sel darah merah secara normal.

Pada beberapa pasien, kondisi myelofibrosis diketahui bisa berkembang menjadi leukemia akut bernama Acute Myeloid Leukemia (AML). Dikutip dari American Cancer Society leukemia jenis ini dapat berkembang jadi semakin parah dengan sangat cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa saja yang bisa menjadi faktor risiko myelofibrosis? Berikut beberapa hal yang diyakini ahli bisa meningkatkan risiko myelofibrosis seperti dikutip dari berbagai sumber:

Baca juga: Istri Said 'Bajaj Bajuri' Meninggal Karena Myelofibrosis, Apa Itu?

1. Usia

Foto: ilustrasi/thinkstock
Myelofibrosis menurut studi biasanya muncul ketika sel di sumsum tulang bermutasi. Awalnya mungkin hanya satu sel saja namun seiring berjalannya waktu sel tersebut akan membelah diri dan semakin banyak.

Oleh sebab itu seorang penyandang myelofibrosis mungkin tidak akan menyadari penyakitnya karena butuh waktu bertahun-tahun sampai sel mutan tersebut menimbulkan gejala. Karena hal yang sama juga menurut Mayo Clinic myelofibrosis biasanya terdiagnosa pada orang di usia 50 tahun ke atas.

Meski demikian tidak menutup kemungkinan seseorang yang lebih muda terkena myelofibrosis.

2. Penyakit darah

Foto: thinkstock
Menurut peneliti dalam jurnal Blood sejumlah pasien dengan penyakit darah trombositemia atau polisitemia vera (kondisi kelebihan trombosit dalam darah) dapat mengalami komplikasi dan berkembang menjadi myelofibrosis.

3. Paparan kimia

Foto: thinkstock
Bahan kimia seperti toluena dan benzena yang sering dipakai untuk keperluan industri dalam beberapa studi dikaitkan dengan faktor risiko myelofibrosis. Toluena dan benzena dalam kehidupan sehari-hari bisa ditemukan sebagai produk cat atau pengencer.

4. Paparan radiasi

Foto ilustrasi: Sukma Indah Permana/detikcom
Mutasi yang terjadi pada sel sumsum tulang disebut Mayo Clinic bisa karena ada paparan radiasi. Sebagai contoh para penyintas serangan bom atom diperhatikan memiliki faktor risiko lebih besar untuk terserang myelofibrosis.

"Beberapa orang-orang yang terpapar materi radioaktif Thorotrast, umum digunakan sampai tahun 1950-an, juga terkena myelofibrosis," tulis Mayo Clinic.

Halaman 2 dari 5
Myelofibrosis menurut studi biasanya muncul ketika sel di sumsum tulang bermutasi. Awalnya mungkin hanya satu sel saja namun seiring berjalannya waktu sel tersebut akan membelah diri dan semakin banyak.

Oleh sebab itu seorang penyandang myelofibrosis mungkin tidak akan menyadari penyakitnya karena butuh waktu bertahun-tahun sampai sel mutan tersebut menimbulkan gejala. Karena hal yang sama juga menurut Mayo Clinic myelofibrosis biasanya terdiagnosa pada orang di usia 50 tahun ke atas.

Meski demikian tidak menutup kemungkinan seseorang yang lebih muda terkena myelofibrosis.

Menurut peneliti dalam jurnal Blood sejumlah pasien dengan penyakit darah trombositemia atau polisitemia vera (kondisi kelebihan trombosit dalam darah) dapat mengalami komplikasi dan berkembang menjadi myelofibrosis.

Bahan kimia seperti toluena dan benzena yang sering dipakai untuk keperluan industri dalam beberapa studi dikaitkan dengan faktor risiko myelofibrosis. Toluena dan benzena dalam kehidupan sehari-hari bisa ditemukan sebagai produk cat atau pengencer.

Mutasi yang terjadi pada sel sumsum tulang disebut Mayo Clinic bisa karena ada paparan radiasi. Sebagai contoh para penyintas serangan bom atom diperhatikan memiliki faktor risiko lebih besar untuk terserang myelofibrosis.

"Beberapa orang-orang yang terpapar materi radioaktif Thorotrast, umum digunakan sampai tahun 1950-an, juga terkena myelofibrosis," tulis Mayo Clinic.

(fds/mrs)

Berita Terkait