Senin, 29 Jan 2018 19:06 WIB

Mereka yang Tetap Produktif Meski Kehilangan Kaki karena Kusta

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kampung kusta Sitanala berada tepat di belakang RS Kusta Sitanala, Tangerang (Foto: Rachman Haryanto)
Topik Hangat Hari Kusta Sedunia
Jakarta - Jika mendengar penyakit kusta pasti yang ada di bayangan kita suatu penyakit kulit yang menyeramkan dan bisa menular. Sehingga kebanyakan orang akan menghindar apalagi berjabat tangan dengan mereka.

Penyakit kusta disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini menyerang kulit dan saraf tepi, yang jika tak ditangani dapat membuat pengidapnya mengalami kecacatan.

Kecacatan yang dialami mantan pengidap kusta bisa kita lihat di kampung kusta yang terletak di belakang Rumah Sakit Kusta Sitanala Tangerang. Sedikitnya masih ada dua puluhan pasien kusta yang berada di kampung tersebut. Kebanyakan dari mereka mengalami cacat dan ada bagian tubuhnya yang diamputasi, paling banyak kaki.

Baca juga: Inspiratif! Idap Kusta Sejak Kecil, Pria Ini Jadi Guru dan Kepala Sekolah

Salah satunya wanita yang bernama Gemi, dua kakinya diamputasi. "Dua-duanya diamputasi. Yang satu ini (kiri) kena kanker tulang, yang satu lagi telapaknya itu luka tapi nggak sembuh-sembuh," ujarnya kepada detikHealth.

Anggapan bahwa kusta adalah akhir dari segalanya, sudah lama ditinggalkan.Anggapan bahwa kusta adalah akhir dari segalanya, sudah lama ditinggalkan. Foto: Rachman Haryanto


Lain lagi dengan M. Saleh, kaki yang diamputasi hanya satu. Ia bercerita bahwa kakinya yang terinfeksi kusta itu ada luka yang tidak kunjung sembuh.

"Kaki diamputasi belum lama. Gara-garanya kontrakan rubuh, saya jadi ngebatuin, nggak tahu itu ada got jeblos dalamnya banyak kotoran ayam, kotoran segala macam, saya nggak pakai sepatu boots. Sehari dua hari nggak apa-apa, tapi tiga hari keluar blentung-blentung (melendung) merah, lama-lama tambah besar kayak jamur," cerita Saleh.

M Saleh masih bisa menjadi kepala sekolah meski kehilangan kakinya karena kustaM Saleh masih bisa menjadi kepala sekolah meski kehilangan kakinya karena kusta Foto: Rachman Haryanto


Dan masih banyak lagi mantan pengidap kusta lainnya yang kakinya diamputasi. Maka dari itu yayasan pembuat kaki palsu yang telah tersertifikasi Internasional, DARE Foundation memberikan secara cuma-cuma kaki palsu kepada 23 pasien kusta.

Pemberian kaki palsu ini dilakukan sebagai aksi menyadarkan masyarakat, agar pengidap kusta di sana harus dibantu. Serta tidak perlu khawatir akan tertular sehingga para pasien kusta itu merasa terkucilkan. Kegiatan seperti ini kerap dilakukan oleh yayasan tersebut yang bisa dilihat di website www.deliveringdreams.org.

Dengan kaki palsu itu, para mantan pengidap kusta bisa melanjutkan aktivitasnya sehari, seperti mencari nafkah untuk keluarganya. Bahkan dengan kaki palsu mereka bisa mengayuh sepeda dan mengendarai motor.

Baca juga: Foto: Bahagianya Mantan Pasien Kusta Berkaki Palsu

Yuk lihat kampung kusta Sitanala Tangerang di video berikut:



(wdw/up)
Topik Hangat Hari Kusta Sedunia