Pasang Implan Payudara Dikaitkan dengan Risiko Kanker Darah

ADVERTISEMENT

Pasang Implan Payudara Dikaitkan dengan Risiko Kanker Darah

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 30 Jan 2018 12:01 WIB
Foto: thinkstock
Jakarta - Implan payudara yang dimiliki wanita disebut penelitian bisa meningkatkan risiko kanker darah langka. Temuan ini berasal dari studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Belanda.

Dr Daphne de Jong dari VU University Medical Center, Amsterdam, menganalisis data pasien kanker tahun 1990 hingga 2016. Ditemukan bahwa anaplastic large-cell lymphoma, salah satu jenis kanker darah langka, lebih banyak ditemukan pada wanita yang memiliki implan payudara.

Baca juga: Ngeri! Dokter Ini Gunakan Lintah Saat Pulihkan Bekas Implan Payudara

Data Dr de Jong menemukan dari 43 pasien anaplastic large-cell lymphoma, 32 di antaranya memiliki implan payudara. Di sisi lain, hanya satu wanita dari 146 pasien kanker darah lainnya yang bukan anaplastic large-cell lymphoma yang memiliki implan payudara.

Berdasarkan data ini, peneliti menyebut implan payudara yang dilakukan wanita berisiko meningkatkan anaplastic large-cell lymphoma hingga 421 kali lipat. Meski begitu, risiko absolutnya masih tergolong kecil, yakni hanya 1 berbandi 6.920 wanita yang memiliki implan payudara dengan usia di atas 75 tahun.

"Temuan ini menyarankan agar wanita diinformasikan soal risiko anaplastic large-cell lymphoma ketika ingin mendapatkan implan payudara," tuturnya, dikutip dari Reuters.

"Dengan begitu, para wanita yang melakukan implan akan lebih mawas soal adanya benjolan atau bengkak di area payudara mereka sebelum pergi ke dokter," ujarnya lagi.

Belum diketahui apa hubungan antara implan payudara dengan munculnya kanker darah langka ini. Namun meningkatnya jumlah wanita yang melakukan pemasangan implan payudara menurut de Jong patut menjadi perhatian.



Baca juga: Model Ini Terancam Nyawanya Gara-gara Implan Payudara Ukuran 4000cc

(mrs/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT