Rabu, 31 Jan 2018 12:50 WIB

Dipaksa Kebiri Saat Remaja, Wanita Ini Tuntut Pemerintah Jepang

Firdaus Anwar - detikHealth
Operasi kebiri atau sterilisasi pada wanita dilakukan dengan mengangkat rahimnya. (Foto: thinkstock) Operasi kebiri atau sterilisasi pada wanita dilakukan dengan mengangkat rahimnya. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Pada sekitar tahun 1948 sampai 1996 pemerintah Jepang dilaporkan menjalankan kebijakan eugenika. Tujuannya adalah untuk memperbaiki ras manusia dengan 'membuang' orang-orang yang berpenyakit genetik atau cacat.

Menurut laporan media setempat sekitar 25.000 orang saat itu dikebiri dan 16.500 di antaranya dilakukan tanpa persetujuan.

Baca juga: Seperti Apa Rasanya Dikebiri? Ini Pengakuan Pria Hiperseks

Terkait hal tersebut, seorang wanita belakangan menuntut ganti rugi pada pemerintah Jepang karena dulu merasa telah dikebiri paksa saat masih remaja. Wanita yang kini telah berusia 60 tahun tersebut ingin dikompensasi sekitar Rp 1,4 miliar karena hak asasi manusianya dilanggar.

"Karena ada hukum itu kakak saya hidup benar-benar menderita, dia harus menyembunyikan dirinya," ujar sang adik.

"Kami ingin bangkit membelanya dan membangun masyarakat di mana orang dengan disabilitas juga bisa menikmati hidup bahagia," lanjutnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (31/1/2018).

Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato belum memberikan komentar karena mengaku masih belum tahu secara detail. Namun ia berjanji bahwa pihaknya akan melakukan investigasi.

Sementara itu atas permintaan keluarga identitas wanita yang menuntut sama sekali dirahasiakan kecuali jenis kelamin dan usianya.

Baca juga: Apakah Kebiri Efektif Bikin Paedofil Kapok? (fds/up)
News Feed