Senin, 05 Feb 2018 12:57 WIB

Enzyplex dan Viostin DS Ditarik, BPOM: Kalau Masih Ada Harap Dilaporkan!

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Izin edar Viostin DS dan Enzyplex akhirnya dicabut oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setelah sebelumnya sudah dilakukan penarikan produk dengan nomor bets tertentu. Akan tetapi, setelah dilakukan evaluasi dan proses lebih lanjut, ternyata kembali ditemukan kandungan yang tidak sesuai dengan informasi data pada yang telah diserahkan pada BPOM.

Ditemui detikHealth pada konferensi pers yang dilakukan BPOM, Senin (5/2/2018), di Gedung BPOM, Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan NAPZA, Nurma Hidayati, menjelaskan mengenai batas waktu penarikan produk yang tidak sesuai dengan label yang dicantumkan.

"Perusahaan akan diberikan waktu minimal 1x24 jam sudah dilakukan action karena memang butuh waktu tentunya untuk terkumpul. Tapi paling tidak 1x24 jam, paling lama satu bulan sudah harus bersih," ujar Nurma.

Baca juga: Buntut Temuan DNA Babi, BPOM Cabut Izin Edar Viostin DS dan Enzyplex

BPOM pun bekerja sama dengan balai di seluruh Indonesia untuk memantau peredaran hingga ke pelosok untuk memastikan telah dilakukan penarikan secara total. Balai pun berhak melakukan pengamanan ketika ditemukan produk tersebut di daerah-daerah.

Kepala BPOM Penny K. Lukito pun dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa penarikan izin edar adalah bentuk keseriusan BPOM mengatasi masalah tersebut. Bahkan, ia mengajak masyarakat untuk turun serta membantu proses tersebut.

"Kalau menemukan harap melaporkan, karena balai sudah melakukan pengawas agar tidak ada di pasaran, ini selalu akan kita awasi," tandasnya.



Baca juga: Ditarik karena Mengandung DNA Babi, Enzyplex Masih Dijual di Apotek

(ask/up)
News Feed