Selasa, 06 Feb 2018 13:05 WIB

Minum Teh Panas Tingkatkan Risiko Kanker Pada Perokok dan Peminum Alkohol

Firdaus Anwar - detikHealth
Sebaiknya tunggu teh dingin lebih dahulu agar tidak merusak dinding esofagus. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Meski konsumsi teh panas beberapa kali dikaitkan dengan risiko kanker, kali ini studi terbaru melihatnya terutama pada perokok dan orang yang gemar minuman keras. Disebutkan bahwa mereka yang merokok dan minum alkohol akan semakin berisiko terkena kanker esofagus bila punya kebiasaan minum teh panas.

Di China minum teh panas lazim dilakukan karena dianggap bermanfaat bisa melindungi seseorang dari risiko kanker akibat rokok dan alkohol. Namun nyatanya menurut pemimpin studi dr Jun Lv dari Peking University Health Science Center konsumsi teh panas justru meningkatkan risiko kanker hingga lima kali lipat dibandingkan orang yang tidak merokok, minum alkohol, dan minum teh panas.

Baca juga: Diseduh Terlalu Lama Teh Celup Jadi Beracun? Ini Penjelasan BPOM

Hal ini diketahui setelah peneliti melihat data dari sekitar 450 ribu orang dewasa berusia 30-79 tahun dalam rentang waktu sembilan tahun. Hasilnya diketahui 1.731 orang terkena tumor esofagus.

Mengapa hal ini terjadi menurut peneliti kemungkinan karena konsumsi teh dengan suhu yang tinggi malah semakin merusak sel-sel dinding esofagus para perokok atau peminum alkohol. Ketika sel sering rusak maka kemungkinan untuk tumbuhnya tumor kanker juga akan semakin tinggi.

Bila seseorang tidak merokok atau minum alkohol, maka konsumsi teh panas tidak menunjukkan bukti meningkatkan risiko kanker. Namun demikian tetap saja tidak disarankan.

"Sebaiknya seseorang yang sering mengonsumsi minuman panas tetap bijaksana menunggu dingin terlebih dahulu terlepas apakah dia juga merokok atau minum alkohol," kata peneliti National Cancer Institute Neal Freedman dikutip dari Reuters, Selasa (6/2/2018).

Baca juga: Eksperimen: Mengupas Hoax 'Potongan Kanker' yang Menjauhi Bawang Putih

(fds/up)