Rabu, 07 Feb 2018 13:35 WIB

Menkes Waspadai Kencing Tikus Mencemari Air Banjir

Widiya Wiyanti - detikHealth
Menkes khawatirkan kencing tikus yang bisa sebabkan leptospira saat banjir. Foto: Rifkianto Nugroho Menkes khawatirkan kencing tikus yang bisa sebabkan leptospira saat banjir. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Banjir merupakan bencana langganan yang kerap hadir di Ibu Kota Jakarta, mungkin bagi sebagian orang banjir adalah hal biasa yang selalu ia rasakan setiap tahunnya ketika curah hujan meningkat.

Seperti yang menerjang di Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran Barat, Jakarta Selatan hingga Selasa (6/2/2018) belum juga surut. Para warga yang rumahnya terendam banjir mengungsi di Puskesmas Rawajati 2 dan dilaporkan adanya masalah kesehatan.

Hal ini tidak ditampik oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek meski belum ada laporan resmi mengenai masalah kesehatan yang terjadi pada pengungsi banjir.

"Belum dilaporkan, tapi menurut saya sih sudah pasti ada ini, ISPA (Infeksi saluran pernapasan akut) minimal ada," ujarnya saat ditemui di Gedung Prof Sujudi Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Rabu (7/2/2018).

Baca juga: Gatal-gatal Serta Batuk Pilek Menyerang Pengungsi Banjir di Rawajati Jaksel

Selain itu yang dikhawatirkan Menkes Nila adalah pencemaran air banjir oleh air seni atau kencing tikus yang terinfeksi bakteri leptospira. Bakteri ini bisa menyebabkan penyakit leptospirosis yang cukup berbahaya.

"Tikus ini kencingnya juga mengandung leptospirosis, hati-hati kita di sini. Kalau lingkungan kotor ya kesehatan juga bisa kena," tutur Menkes Nila.

Selain itu, penyakit diare, demam, flu yang tidak kunjung sembuh pun disebut Menkes Nila bisa terjadi pada para pengungsi banjir.

Baca juga: Banjir di Pejaten Timur Surut, Warga Bersih-bersih Rumah


(wdw/fds)
News Feed