Jakarta -
Saat banjir, kontak dengan air yang sudah terkontaminasi nyaris tak bisa dihindari. Pada kondisi tertentu terkadang membuat kita harus berjalan dalam kubangan banjir. Padahal, di dalamnya terdapat limbah dan bahan organik lainnya yang bisa menjadi sarang bakteri dan virus.
Nah, kondisi tersebut akan membawa berbagai wabah penyakit dan hal yang paling rentan adalah masalah kulit seperti infeksi jamur, kurap serta kudis. Beberapa penyakit ini menyebabkan gatal yang hebat.
Karena itu, dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Galih Manggala memberikan beberapa tips agar terhindar dari penyakit kulit:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 4 Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai Saat Musim Banjir
1. Hindari kontak dengan air banjir
Foto: thinkstock
|
dr Galih mengatakan, sebisa mungkin hindari kontak dengan air banjir. Gunakan alas kaki yang menutup seperti sepatu boots sehingga tidak terpapar air banjir yang kotor
2. Jaga kebersihan diri
Foto: Thinkstock
|
Selalu membersihkan diri setelah terkena air banjir, terutama bersihkan bagian yang terpapar dengan air bersih dan gunakan sabun setelahnya. Kemudian, pemilik akun Instagram @galih_manggala ini menyarankan juga untuk menggunakan alas kaki yang kering.
Baca juga: Waspadai Penyakit yang Sering Muncul Saat Banjir dan Musim Hujan
3. Gunakan obat yang sesuai
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Kulit yang gatal setelah terpapar air banjir sebisa mungkin dibersihkan dan diberikan pengobatan sesuai penyebabnya. Misal, pada kasus alergi atau dermatitis dapat berikan moisturiser dan salep anti alergi. Gatal akibat jamur dapat berikan salep anti jamur seperti ketoconazol, dan gatal akibat infeksi bakteri atau foliculitis dapat diberikan salep antibiotik seperti gentamisin.
"Namun bila sudah melakukan swamedikasi tapi keluhan belum membaik bisa dikonsultasikan kembali ke dr kulit dan kelamin," tegas dr Galih.
Baca juga: Tips Agar Tubuh Tetap Sehat Saat Musim Hujan dan Banjir
dr Galih mengatakan, sebisa mungkin hindari kontak dengan air banjir. Gunakan alas kaki yang menutup seperti sepatu boots sehingga tidak terpapar air banjir yang kotor
Selalu membersihkan diri setelah terkena air banjir, terutama bersihkan bagian yang terpapar dengan air bersih dan gunakan sabun setelahnya. Kemudian, pemilik akun Instagram @galih_manggala ini menyarankan juga untuk menggunakan alas kaki yang kering.
Baca juga: Waspadai Penyakit yang Sering Muncul Saat Banjir dan Musim Hujan
Kulit yang gatal setelah terpapar air banjir sebisa mungkin dibersihkan dan diberikan pengobatan sesuai penyebabnya. Misal, pada kasus alergi atau dermatitis dapat berikan moisturiser dan salep anti alergi. Gatal akibat jamur dapat berikan salep anti jamur seperti ketoconazol, dan gatal akibat infeksi bakteri atau foliculitis dapat diberikan salep antibiotik seperti gentamisin.
"Namun bila sudah melakukan swamedikasi tapi keluhan belum membaik bisa dikonsultasikan kembali ke dr kulit dan kelamin," tegas dr Galih.
Baca juga: Tips Agar Tubuh Tetap Sehat Saat Musim Hujan dan Banjir
(hrn/up)