Senin, 12 Feb 2018 12:06 WIB

Sering Jerawatan Bisa Tingkatkan Risiko Depresi

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Studi terbaru menyebut jerawatan yang sering terjadi bukan hanya masalah kulit, namun juga bisa mengancam kesehatan jiwa. Foto: ilustrasi/thinkstock Studi terbaru menyebut jerawatan yang sering terjadi bukan hanya masalah kulit, namun juga bisa mengancam kesehatan jiwa. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Jerawat yang muncul di wajah dan tubuh bisa jadi lebih dari sekadar masalah kesehatan kulit. Studi terbaru dari Kanada menyebut sering jerawatan juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami depresi.

Penelitian skala besar dilakukan kepada 134.427 pria dan wanita yang mengalami jerawat di usia remaja. Penelitian dilakukan selama 15 tahun, dan usia rata-rata partisipan adalah 19 tahun.

Baca juga: Orang Dewasa Pun Bisa Jerawatan, Cek Penyebabnya

Hasilnya, peneliti menyebut persentase depresi lebih besar terlihat pada partisipan dengan yang mengalami jerawat. Risiko mengalami depresi meningkat 18,5 persen pada partisipan yang jerawatan, dibandingkan dengan 12 persen pada kelompok kontrol.

"Jerawat bukan sekadar masalah kulit. Dampaknya bisa sangat besar, termasuk ke kesehatan jiwa," ujar Isabelle A. Vallerand, peneliti epidemiologi dari University of Calgary, dikutip dari NY Times.

Penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Dermatology ini menyebut wanita muda yang berasal dari kelas ekonomi menengah ke atas adalah kelompok yang paling rentan mengalami depresi ketika jerawatan. Kelompok ini juga tidak merokok dan tidak kegemukan.

Risiko depresi terbesar terjadi di tahun pertama mengalami masalah jerawat. Vallerand menyebut mereka yang mengalami jerawatan di tahun pertama penelitian mengalami kenaikan risiko depresi hingga 63 persen.

Belum jelas apa hubungan antara jerawat dan depresi. Namun peneliti menduga hal ini berhubungan dengan standar kecantikan dan ketampanan yang semakin tinggi.

Baca juga: Setelah Facial Kok Kulit Malah Jerawatan? Ini Kata Dokter


(mrs/up)
News Feed