Penelitian skala besar dilakukan kepada 134.427 pria dan wanita yang mengalami jerawat di usia remaja. Penelitian dilakukan selama 15 tahun, dan usia rata-rata partisipan adalah 19 tahun.
Baca juga: Orang Dewasa Pun Bisa Jerawatan, Cek Penyebabnya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jerawat bukan sekadar masalah kulit. Dampaknya bisa sangat besar, termasuk ke kesehatan jiwa," ujar Isabelle A. Vallerand, peneliti epidemiologi dari University of Calgary, dikutip dari NY Times.
Penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Dermatology ini menyebut wanita muda yang berasal dari kelas ekonomi menengah ke atas adalah kelompok yang paling rentan mengalami depresi ketika jerawatan. Kelompok ini juga tidak merokok dan tidak kegemukan.
Risiko depresi terbesar terjadi di tahun pertama mengalami masalah jerawat. Vallerand menyebut mereka yang mengalami jerawatan di tahun pertama penelitian mengalami kenaikan risiko depresi hingga 63 persen.
Belum jelas apa hubungan antara jerawat dan depresi. Namun peneliti menduga hal ini berhubungan dengan standar kecantikan dan ketampanan yang semakin tinggi.
Baca juga: Setelah Facial Kok Kulit Malah Jerawatan? Ini Kata Dokter
(mrs/up)










































