Foto: Menakjubkan! Ini Transformasi 7 Personal Trainer Jadi Six Pack

Foto: Menakjubkan! Ini Transformasi 7 Personal Trainer Jadi Six Pack

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Selasa, 13 Feb 2018 09:07 WIB
Foto: Menakjubkan! Ini Transformasi 7 Personal Trainer Jadi Six Pack
Bertransformasi dari gemuk menjadi six-pack bukanlah impian semata. Orang-orang ini membuktikannya dengan mengunggah transformasi mereka ke media sosial. Foto: instagram
Jakarta - Banyak wanita berlomba-lomba untuk merubah badan gemuknya menjadi lebih langsing dan berlekuk indah. Tak sedikit usaha yang dilakukan, mulai dari diet, fitness, olahraga rutin, dan mengonsumsi suplemen.

Seiring dengan peminat yang makin merajalela, banyak pula yang berhenti di tengah jalan karena merasa gagal. Padahal yang dibutuhkan hanyalah niat, motivasi, dan konsistensi, karena meraih tubuh yang indah tidak dapat dilakukan dalam waktu instan.

Baca juga: Foto: Kelas Fitness Ini Ajari Cara Olahraga Dengan Tidur Siang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ingin bukti dan sedikit potret sehat sebagai motivasi? Simak foto-foto "before and after" transformasi penurunan berat badan dari tujuh personal trainer berikut ini.

Baca juga: Kumpulan Meme Tentang Fitness yang Bikin Ngakak (2)


1. Lacey Stone

(Foto: Instagram @laceystonefitness)
"Fitness adalah sebuah permainan panjang dan paling adil sekarang ini, " kata Lacey Stone, seorang instruktor Flywheel Sports, New York. Lacey Stone adalah pembuat program fitness "8 Weeks to Change", dan trainer pribadi "Revenge Body" miliki Khloe Kardashian.

Yap, Lacey Stone berbicara dari pengalaman: merubah badan Anda menuntut untuk merubah bagaimana Anda menjalani hidup. "Anda harus melihatnya sebagai perubahan gaya hidup jika Anda ingin perubahan yang awet, " jelasnya.

"Temukan latihan yang Anda sukai, berikan diri Anda waktu untuk merubah pola makan Anda, dan temukan komunitas yang mendukung Anda agar tetap terinspirasi dalam perjalanan Anda," tambahnya.

"Semakin banyak yang Anda beri, semakin banyak yang Anda dapat," lanjut Stone, seperti yang dikutip dari Women's Health, Senin (12/2/2018).

2. Anna Victoria

Foto: instagram
Seorang bintang Instagram, Anna Victoria, adalah seorang personal trainer dan pencipta aplikasi "The 12-Week Fit Body Guides and the Body Love", telah memukai pengikutnya berkat postingannya yang sangat jujur dan menyegarkan—dan tidak takut untuk menggunakan pengalaman pribadinya untuk berhubungan dengan para penggemarnya.

Tetapi "Harga diri Anda seharusnya tidak pernah dihubungkan dengan ukuran badan atau timbangan Anda, " ujarnya. "Kita selalu berubah dan bertumbuh dan mengalami naik dan turun, serta Anda juga berhak untuk berbahagia dan menyayangi tubuh Anda. 'Transformasi' kami tidak pernah benar-benar lengkap dan kami harus selalu bertujuan untuk meningkatkan diri kami sendiri di manapun kami melihat diri kami sehat. Itu bukan hal buruk untuk dapat terlihat menjadi lebih baik, tapi justru ketika hal tersebut malah menguras mental dan kesehatan emosional Anda."

3. Dyan Tsiumis

(Foto: Instagram @dfierce)
Dyan Tsiumis, kepala instrukstur dan direktur kepelatihan di SWERVE Fitness, New York, kini telah menurunkan 38,5 kilogram setelah bertahun-tahun, tapi dia masih rutin membagikan foto-foto "transformasinya" dengan para pengikutnya di Instagram.

"Perjalananku tidak akan pernah 'selesai' karena selama aku hidup aku masih akan memiliki badan, " tutur Tsiumis. "Ini tidak kayak suatu hari aku akan bangun dan berkata, 'Oke, aku sudah selesai!'"

"Bergerak dan makan adalah bagian hidup, jadi bagaimana kamu melakukannya tiap hari sangatlah penting. Ada beberapa hari hal tersebut terlihat luar biasa tapi di hari lain, tidak begitu, tapi aku selalu berikan yang terbaik. Aku selalu mengingatkan diri sendiri untuk menghargai bagaimana keadaan tubuhku kini."

4. Dell Farrell

(Foto: Instagram @becauseglutes)
Dell Farrell menjadi seorang trainer setelah berat badannya naik 10 kilogram saat kuliah. Melalui berbagai macam percobaan dan kegagalan, akhirnya ia berhasil menurunkannya, dan beberapa kilogram lagi.

"Yang paling penting yang saya pelajari selama perjalanan saya bahwa konsistensi datang dari membangun habit-habit utama yang membantu Anda tetap pada rencana secara otomatis, " kata Farrell. "Ketika Anda sudah menjadikan konsisten sebagai pilihan yang mudah, Anda akan mendapatkan penurunan berat badan yang berkelanjutan."

"Intinya adalah, Anda tidak selalu akan merasa termotivasi—jadi bangunlah sebuah sistem yang akan membuat Anda tetap lanjut terutama saat Anda mulai merasa tidak ingin."

5. Kelley Coffey

(Foto: Instagram @strongcoffeygram)
Setelah menjalani operasi bariatric, pemilik Strong Coffey Personal Training, Kelly Coffee awalnya menurunkan berat badan lebih dari 80 kilogram hanya dalam waktu kurang dari setahun. Tapi kemudian, dia naik lagi sebanyak 60 kilogram.

Apa yang selanjutnya menghentikan dia bertambah berat badan, dan membantunya untuk lanjut menurunkannya, adalah membuang seluruh timbangan dan berfokus pada merawat diri. Sebagai tambahan dari latihannya, dia kerap berbicara di depan publik tentang body-positivity dan menawarkan online workshop gratis seperti "Why We Sabotage Ourselves."

"Aku sama sekali tidak tahu berat badanku berapa, dan aku berharap tidak akan pernah tahu, " Coffey menuturkan. "Mengetahuinya, dan terus-terusan mengeceknya dengan timbangan, adalah sikapku selama aku diet, sehingga itu tidak ada dalam kehidupan merawat diriku."

6. Kimberly Mills

(Foto: Girls Gone Strong)
Setelah 15 tahun berdiet bolak-balik, Kimberly Mills berhasil menurunkan 30 kilogram dalam 8 bulan, dan berhasil menjaganya selama 7 tahun hingga kini.

"Semuanya itu adalah mindset, " ujar Mills. "Daripada fokus hanya pada hasilnya (target berat badanku), secara bertahap aku menyadari bahwa berfokus pada proses dan target-target kecil, seperti berlari 5 kilometer pertamaku, adalah yang membantuku sukses meraih dan menjaga targetku dalam waktu yang lama."

Sebagai tambahan dari "fokus pada target-target kecil, perubahan yang berlanjut" dia mulai berlatih dengan seorang personal trainer. Dan kini, ia salah satunya—dan pemilik yang bangga dari Fitpossibilities Gym di Missouri.

7. Erica Lugo

(Foto: Instagram @ericafitlove)
Sebagai seorang personal trainer dan pemilik dari studio EricaFitLove, Erica Lugo menyadari bahwa membawa beban berat ekstra tidak hanya membuatnya susah melakukan berbagai hal secara fisik, tapi juga secara mental.

"Dari menurunkan berat badan, saya belajar bahwa menjadi sehat itu lebih dari hanya berjalan melewati pintu gym atau memasak sayur daripada pasta, " ucapnya. "Ini tentang merubah mindset Anda untuk sehat secara mental: bagaimana Anda merasakan diri Anda sendiri, bagaimana Anda balajar untuk menerima segala lekuk, jerawat, dan bekas luka adalah perubahan besar. Tentu, saya memiliki badan yang sehat sekarang, tapi saya juga memiliki pikiran yang bebas dari perbandingan, pikiran negatif, dan batasan!"
Halaman 2 dari 8
"Fitness adalah sebuah permainan panjang dan paling adil sekarang ini, " kata Lacey Stone, seorang instruktor Flywheel Sports, New York. Lacey Stone adalah pembuat program fitness "8 Weeks to Change", dan trainer pribadi "Revenge Body" miliki Khloe Kardashian.

Yap, Lacey Stone berbicara dari pengalaman: merubah badan Anda menuntut untuk merubah bagaimana Anda menjalani hidup. "Anda harus melihatnya sebagai perubahan gaya hidup jika Anda ingin perubahan yang awet, " jelasnya.

"Temukan latihan yang Anda sukai, berikan diri Anda waktu untuk merubah pola makan Anda, dan temukan komunitas yang mendukung Anda agar tetap terinspirasi dalam perjalanan Anda," tambahnya.

"Semakin banyak yang Anda beri, semakin banyak yang Anda dapat," lanjut Stone, seperti yang dikutip dari Women's Health, Senin (12/2/2018).

Seorang bintang Instagram, Anna Victoria, adalah seorang personal trainer dan pencipta aplikasi "The 12-Week Fit Body Guides and the Body Love", telah memukai pengikutnya berkat postingannya yang sangat jujur dan menyegarkan—dan tidak takut untuk menggunakan pengalaman pribadinya untuk berhubungan dengan para penggemarnya.

Tetapi "Harga diri Anda seharusnya tidak pernah dihubungkan dengan ukuran badan atau timbangan Anda, " ujarnya. "Kita selalu berubah dan bertumbuh dan mengalami naik dan turun, serta Anda juga berhak untuk berbahagia dan menyayangi tubuh Anda. 'Transformasi' kami tidak pernah benar-benar lengkap dan kami harus selalu bertujuan untuk meningkatkan diri kami sendiri di manapun kami melihat diri kami sehat. Itu bukan hal buruk untuk dapat terlihat menjadi lebih baik, tapi justru ketika hal tersebut malah menguras mental dan kesehatan emosional Anda."

Dyan Tsiumis, kepala instrukstur dan direktur kepelatihan di SWERVE Fitness, New York, kini telah menurunkan 38,5 kilogram setelah bertahun-tahun, tapi dia masih rutin membagikan foto-foto "transformasinya" dengan para pengikutnya di Instagram.

"Perjalananku tidak akan pernah 'selesai' karena selama aku hidup aku masih akan memiliki badan, " tutur Tsiumis. "Ini tidak kayak suatu hari aku akan bangun dan berkata, 'Oke, aku sudah selesai!'"

"Bergerak dan makan adalah bagian hidup, jadi bagaimana kamu melakukannya tiap hari sangatlah penting. Ada beberapa hari hal tersebut terlihat luar biasa tapi di hari lain, tidak begitu, tapi aku selalu berikan yang terbaik. Aku selalu mengingatkan diri sendiri untuk menghargai bagaimana keadaan tubuhku kini."

Dell Farrell menjadi seorang trainer setelah berat badannya naik 10 kilogram saat kuliah. Melalui berbagai macam percobaan dan kegagalan, akhirnya ia berhasil menurunkannya, dan beberapa kilogram lagi.

"Yang paling penting yang saya pelajari selama perjalanan saya bahwa konsistensi datang dari membangun habit-habit utama yang membantu Anda tetap pada rencana secara otomatis, " kata Farrell. "Ketika Anda sudah menjadikan konsisten sebagai pilihan yang mudah, Anda akan mendapatkan penurunan berat badan yang berkelanjutan."

"Intinya adalah, Anda tidak selalu akan merasa termotivasi—jadi bangunlah sebuah sistem yang akan membuat Anda tetap lanjut terutama saat Anda mulai merasa tidak ingin."

Setelah menjalani operasi bariatric, pemilik Strong Coffey Personal Training, Kelly Coffee awalnya menurunkan berat badan lebih dari 80 kilogram hanya dalam waktu kurang dari setahun. Tapi kemudian, dia naik lagi sebanyak 60 kilogram.

Apa yang selanjutnya menghentikan dia bertambah berat badan, dan membantunya untuk lanjut menurunkannya, adalah membuang seluruh timbangan dan berfokus pada merawat diri. Sebagai tambahan dari latihannya, dia kerap berbicara di depan publik tentang body-positivity dan menawarkan online workshop gratis seperti "Why We Sabotage Ourselves."

"Aku sama sekali tidak tahu berat badanku berapa, dan aku berharap tidak akan pernah tahu, " Coffey menuturkan. "Mengetahuinya, dan terus-terusan mengeceknya dengan timbangan, adalah sikapku selama aku diet, sehingga itu tidak ada dalam kehidupan merawat diriku."

Setelah 15 tahun berdiet bolak-balik, Kimberly Mills berhasil menurunkan 30 kilogram dalam 8 bulan, dan berhasil menjaganya selama 7 tahun hingga kini.

"Semuanya itu adalah mindset, " ujar Mills. "Daripada fokus hanya pada hasilnya (target berat badanku), secara bertahap aku menyadari bahwa berfokus pada proses dan target-target kecil, seperti berlari 5 kilometer pertamaku, adalah yang membantuku sukses meraih dan menjaga targetku dalam waktu yang lama."

Sebagai tambahan dari "fokus pada target-target kecil, perubahan yang berlanjut" dia mulai berlatih dengan seorang personal trainer. Dan kini, ia salah satunya—dan pemilik yang bangga dari Fitpossibilities Gym di Missouri.

Sebagai seorang personal trainer dan pemilik dari studio EricaFitLove, Erica Lugo menyadari bahwa membawa beban berat ekstra tidak hanya membuatnya susah melakukan berbagai hal secara fisik, tapi juga secara mental.

"Dari menurunkan berat badan, saya belajar bahwa menjadi sehat itu lebih dari hanya berjalan melewati pintu gym atau memasak sayur daripada pasta, " ucapnya. "Ini tentang merubah mindset Anda untuk sehat secara mental: bagaimana Anda merasakan diri Anda sendiri, bagaimana Anda balajar untuk menerima segala lekuk, jerawat, dan bekas luka adalah perubahan besar. Tentu, saya memiliki badan yang sehat sekarang, tapi saya juga memiliki pikiran yang bebas dari perbandingan, pikiran negatif, dan batasan!"

(up/up)

Berita Terkait