Situs WebMD menyebut peran hormon kewanitaan (estrogen) cukup besar dalam meningkatkan risiko terserang penyakit Hashimoto. Wanita disebut memiliki risiko 7 kali lebih besar terserang penyakit Hashimoto daripada pria.
Baca juga: Mengenal Penyakit Hashimoto yang Bikin Gigi Hadid Terlihat Kurus
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, pengaruh genetik juga diklaim memegang peranan besar. Monika Shirodkar, MD, pakar endokrinologi dari Jefferson Health, mengatakan layaknya penyakit autoimmune lainnya, penyakit Hashimoto juga dipengaruhi oleh faktor genetik.
"Ada anggota keluarga yang memiliki penyakit Hashimoto, berarti Anda juga berisiko mengalami masalah tiroid lain seperti nodul atau bahkan kanker kelenjar getah bening," tuturnya, dikutip dari Prevention.
Kelelahan ekstrem dan gangguan metabolisme merupakan gejala utama penyakit ini. Namun manifestasinya tergolong lambat, dan butuh waktu bertahun-tahun. Anda tak akan merasa lemas dan memiliki mood kacau secara tiba-tiba.
"Penyakit Hashimoto tergolong kronik dan gejala bisa terasa setelah bertahun-tahun kemudian. Karena itu penting untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter jika tubuh Anda terasa tidak enak," tutupnya.
Baca juga: Diprotes karena Terlalu Kurus, Ini Penjelasan Gigi Hadid
(mrs/up)











































