Kamis, 15 Feb 2018 15:35 WIB

Studi Temukan Penyebab Perilaku Agresif Saat Mabuk Minuman Keras

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Perilaku agresif dan tindak kekerasan rentan dilakukan saat seseorang mabuk minuman keras. Peneliti dari Amerika Serikat menemukan penyebabnya. Foto: Imam Wahyudiyanta Perilaku agresif dan tindak kekerasan rentan dilakukan saat seseorang mabuk minuman keras. Peneliti dari Amerika Serikat menemukan penyebabnya. Foto: Imam Wahyudiyanta
Jakarta - Perilaku agresif dan tindak kekerasan rentan dilakukan seseorang saat sedang mabuk minuman keras. Peneliti dari Amerika Serikat menemukan hal ini ada hubungannya dengan fungsi otak yang terganggu saat mabuk.

Thomas Denson dari University of New South Wales (UNSW) School of Psychology, melakukan penelitian kepada 50 partisipan untuk melihat kerja otak saat seseorang mabuk. Penelitian dilakukan dengan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) untuk membandingkan otak sebelum dan sesudah mabuk minuman keras.

Baca juga: Doyan Minum Alkohol Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Hasil penelitian memperlihatkan adanya penurunan fungsi pada bagian prefrontal cortex otak. Prefrontal cortex merupakan daerah yang mengatur soal perilaku dan agresivitas seseorang.

Penurunan fungsi pada prefrontal cortex membuat seseorang sulit mengerem agresivitas dirinya. Penurunan fungsi juga terlihat pada bagian otak yang mengatur soal pengambilan keputusan, membuat seseorang yang mabuk lebih rentan berperilaku agresif karena pengambilan keputusan yang buruk.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Cognitive, Affective & Behavioral Neuroscience ini, peneliti menyebut dua gelas vodka saja sudah mampu mengganggu fungsi otak seseorang. Di sisi lain, pengaruh minuman keras juga terlihat di bagian hippocampus otak yang berhubungan dengan memori dan ingatan.

"Dalam dosis kecil saja alkohol sudah mampu mengganggu aktivitas di prefrontal cortex otak. Hal ini yang membuat seseorang sulit mengakses bagian kontrol dirinya dan cenderung agresif saat mabuk," ujar Denson, dikutip dari situs resmi UNSW.

Denson menyebut penelitian lanjutan diperlukan untuk melihat apakah fungsi otak yang terganggu saat mabuk minuman keras hanya bagian prefrontal cortex saja. Dengan begitu, perihal penyebab agresivitas seseorang bisa semakin dikenali.

Baca juga: Mabuk-mabukan Saat Remaja Berisiko Sebabkan Perkembangan Otak Abnormal (mrs/up)