Jumat, 16 Feb 2018 11:04 WIB

Ingin Wujudkan Jakarta Ramah Pesepeda, Komunitas Ini Surati Sandiaga Uno

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Jakarta - Mengingat kejadian kecelakaan tertabraknya pesepeda di Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Jakarta Selatan pada Sabtu (10/2/2018) lalu membuat komunitas sepeda Rocketers mengirimkan surat kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Isi surat yang dikirimkannya sebegai berikut:

Yth.

Bapak Sandiago Uno

Wagub DKI

Salam Olahraga Pak Wagub !

Perkenalkan kami dari Rocketers sebagai salah satu komunitas pekerja bersepeda di wilayah DKI dan sekitarnya, bermaksud menanggapi atas terjadinya kecelakaan pesepeda mengakibatkan korban jiwa atas nama Raden Sandy Syafiek di jalan Jend Gatot Subroto Kav 10 depan gedung LIPI pada hari Sabtu 10 Februari 2018 dan kecelakaan sepeda lainnya secara umum yang terjadi di wilayah DKI.

1. Kami memohon izin telah menaruh monumen "Ghost Bike" yaitu berupa satu unit sepeda yang di cat putih sebagai simbol dari pesepeda yang menjadi korban tabrak lari.
2. Makna gerakan "ghost bike" sebagai peringatan kepada sesama pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dan saling berbagi serta menghargai di jalanan.

3. Gerakan "ghost bike" ini telah memiliki payung secara international yang dapat dilihat di www.ghostbikes.org.

4. Kami mohon agar monumen ini karena sifatnya yang tidak permanen dapat dijaga dalam waktu tertentu sebelum dipindahkan oleh Pemerintah Kota atau digantikan dengan monumen yang lebih baik.

Selanjutnya mohon kiranya Pak Wagub dapat mendukung dan menularkan program Jakarta Sahabat Sepeda, karena dengan terintegrasinya transpotasi publik yang nyaman dimasa depan maka keberadaan transportasi sepeda akan menjadi salah satu icon kota maju, berbudaya dan peduli lingkungan.

Beberapa point penting guna mendukung program "Jakarta Sahabat Sepeda" adalah:

1. Implementasi atas amanat UU No.22/2009 secara bertahap seperti pengadaan jalur khusus sepeda, trotoar untuk sepeda dan pejalan kaki yang aman.

2. Mengganti dan atau memperbaiki setiap penutup gorong-gorong air di jalanan DKI agar lebih aman bagi pesepeda sehingga mengurangi resiko celaka karena terjebak lubang penutup gorong-gorong yang tidak tepat fungsi dan desainnya.

3. Memastikan jalur jalan raya di DKI mulus dan aman dari lubang yang dapat membahayakan pesepeda dan pengguna jalan lain.

4. Pemasangan rambu- rambu khusus "share the road", untuk meningkatkan kesadaran saling menghargai kepada sesama pengguna jalan raya yang disosialisasikan bersama oleh pemerintah kota, dinas terkait, kepolisian, komunitas dan media.

5. Kebijakan transportasi publik di DKI yang ramah untuk pesepeda khusus nya sepeda lipat bagi yang melakukan mixed commuting.

6. Kebijakan "Green Office" yang masif dengan mewajibkan seluruh gedung perkantoran di DKI agar menyediakan fasilitas shower/kamar mandi dan ganti baju serta sarana parkir sepeda yang aman dan diasuransikan.

Demikian surat permohonan kami, atas perhatian dan anggapan Pak Wagub sangat kami harapkan.

Salam "Jakarta Sahabat Sepeda".

Terima kasih,

Perwakilan Rocketers_id

Baca juga: Mengenal Rocketers, Komunitas yang Menggagas 'Sepeda Hantu' di Jl Gatsu

Lewat surat ini, salah satu anggota yang ditunjuk sebagai jubir komunitas sepeda Rocketers, Iwe mengatakan bahwa hak pesepeda tertuang dalam undang-undang dan pemerintah wajib memberikan hak-hak peseda.

"Sebenarnya pemerintah sudah menjamin itu, sudah ada undang-undangnya No 22 tahun 2009. Dia bilang kan 'pemerintah harus memberikan kemudahan berlalu lintas kepada pesepeda, pejalan kaki, dan pesepeda berhak atas fasilitas pendukung keamanan, keselamatan, dan ketertiban serta kelancaran berlalu lintas," jelasnya.

Selain itu, anggota lainnya menyebutkan harapan para pesepeda di Jakarta yang salah satunya adalah perbaikan infrastruktur jalan yang hingga kini masih tidak ramah bagi para pengguna jalan.

"Jalanan di Jakarta padahal jalan utama dari dulu gorong-goronganya nggak pernah benar... Di tengah ada lubang gede. Hal-hal speerti itu bisa menyebabkan kecelakaan, ada gap, celah-celahnya. Gorong-gorong dirapihin, jalanan mulus, sama lampu jalan," harapnya.

Bukan hanya itu, kurangnya kesadaran pengguna jalan lain akan keselamatan juga menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan di jalan raya.

Dengan dikirimkan surat tersebut kepada Sandiaga, semoga harapan-harapan para pesepeda di Jakarta bisa terwujud demi keamanan berkendara.

Baca juga: Bukan Sekadar Jalur Khusus, Ini yang Lebih Dibutuhkan Pesepeda di Jakarta

(wdw/up)
News Feed