Jumat, 16 Feb 2018 12:13 WIB

Pemerintah Thailand Bagikan 'Pil Kesuburan' di Hari Valentine

Firdaus Anwar - detikHealth
Pil kesuburan yang dibagikan pemerintah Thailand di hari Valentine. Foto: Reuters Pil kesuburan yang dibagikan pemerintah Thailand di hari Valentine. Foto: Reuters
Jakarta - Thailand termasuk salah satu negara di Asia yang laju pertumbuhannya terancam karena angka kelahiran terus berkurang. Pemerintah setempat terus berupaya mengatasinya mulai dengan memberikan bonus uang, insentif pajak, hingga terakhir membagikan vitamin gratis pada pasangan.

Di hari Valentina petugas kesehatan Thailand dilaporkan memberi vitamin asam folat dan zat besi gratis untuk kesuburan kehamilan. Vitamin dibagikan bersama dengan brosur yang menjelaskan bagaimana cara menjaga kehamilan sehat.

Baca juga: Tutup Tahun, Jepang Catat Rekor Kelahiran Terendah Sepanjang Sejarah

"Dari tahun 1970 sampai 1983 rata-rata ada sekitar satu juta kelahiran baru di Thailand per tahun. Setelah itu angkanya terus turun. Sekarang hanya ada sekitar 700 ribu kelahiran tiap tahun," kata Kasem Wetsutthanon dari Metropolitan Health and Wellness Institution.

"Untuk saat ini tiap pasangan di Thailand rata-rata memiliki 1,5 anak. Idealnya di angka 2,1 bila kita ingin mempertahankan populasi," lanjutnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/2/2018).

Mengapa angka kelahiran di Thailand menurun? Jawabannya menurut Kasem sama seperti yang dihadapi negara-negara lain yaitu pergeseran pandangan di mana saat ini banyak anak justru dilihat sebagai lebih banyak beban tanggungan.

Generasi saat ini lebih fokus pada pekerjaan sebelum memutuskan untuk memiliki anak.

Kasem berharap dengan kampanye vitamin gratis ini orang-orang akan berpikir dua kali untuk segera memiliki anak.

"Kami ingin agar orang-orang lebih banyak punya anak," pungkas Kasem.

Baca juga: Angka Kelahiran Rendah, Rusia Tutup Lebih dari 700 Sekolah

(fds/up)
News Feed