Otoritas kesehatan Hong Kong menyebut sejak awal tahun, sudah ada 120 pasien yang meninggal karena flu H3N2. Dua di antaranya merupakan anak-anak, sementara sisanya adalah remaja dan lansia.
Baca juga: 100 Tahun Sejak Pandemik Influenza, Virus-virus Ini Masih Menghantui
"Sekolah diliburkan lebih awal dari rencana untuk menyambut tahun baru China. Pada periode libur ini, sekolah-sekolah diminta untuk melakukan upaya ekstra agar lingkungan sekolah bebas dari ancaman flu," tulis pernyataan dari dinas pendidikan Hong Kong, dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anan-anak menjadi kelompok risiko terbesar karena selain daya tahan tubuh yang belum sempurna, mereka juga sering berkelompok, yang menyebabkan virus flu mudah menular," tambahnya lagi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengamini pernyataan tersebut. Jika tak ditanggulangi dengan baik, wabah flu H3N2 yang menyerang saat ini bisa berakibat lebih buruk daripada wabah flu babi pada tahun 2009.
Flu H3N2 sudah menelan korban di Amerika Serikat dan Australia. Negara-negara Eropa lain seperti Prancis, Jerman dan Inggris pun melaporkan adanya korban meninggal akibat strain influenza ini.
Sebagian negara Asia seperti Korea Selatan, China dan Singapura juga melaporkan adanya kasus flu H3N2, meskipun kasusnya belum separah di Amerika Serikat dan Australia.
Baca juga: Dunia Disebut Masih Belum Siap Menghadapi Pandemik Flu 2017-2018
(mrs/up)











































