Hal semacam ini sebenarnya bukan hal baru, namun jarang mendapat perhatian. Hingga kemudian tim peneliti dari Ulster University, Inggris mengamati dampak tersenyum pada daya tahan pelari.
Untuk keperluan studi ini, peneliti melibatkan 24 pelari dan meminta mereka berlari di treadmill selama enam menit untuk satu sesi. Namun di sela satu sesi ke sesi berikutnya, mereka hanya bisa beristirahat selama dua menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di akhir studi, peneliti menemukan bahwa partisipan tercatat 'lebih ekonomis' saat berlari dengan tersenyum. Istilah ekonomis digunakan peneliti untuk menyebut kondisi di mana pelari menggunakan energi yang lebih sedikit.
Baca juga: Lari Asal-asalan, Awas Risiko Cedera Mengintai
Menurut peneliti, 2,8 Persen pelari terbukti lebih 'ekonomis' saat tersenyum dibanding ketika cemberut, dan 2,2 persen lebih ekonomis dibandingkan ketika mereka pasang wajah normal. Demikian seperti dilaporkan CNN.
Meski terlihat sedikit, kondisi ini berdampak signifikan terhadap performa atlet saat berlari.
Selain itu, berlari sembari tersenyum juga membuat mereka lebih rileks. Sebaliknya, cemberut justru akan meningkatkan tensi saat perlombaan dan membuat lari terasa lebih berat.
Hanya saja peneliti belum tahu berapa lama pelari harus tersenyum untuk mendapatkan manfaat tersebut. Namun mereka merekomendasikan agar pelari tersenyum sebanyak mungkin.
"Kalaupun tersenyum rasanya sulit, cobalah fokus pada memori yang menyenangkan, dan sapalah orang-orang yang Anda lalui atau tersenyum ke kamera di sepanjang jalan," saran peneliti.
Jika tidak, senyum kecil selepas menyelesaikan target lari atau perlombaan juga berguna untuk Anda lho. Selamat mencoba!
Baca juga: Mau Lari Tanpa Ngos-ngosan? Begini Langkah-langkahnya











































