Menurut data dari American Academy of Pediatrics, sekitar 3,5 persen anak-anak dan remaja memiliki tekanan darah tinggi yang sering kali tidak diketahui dan diobati. Biasanya, anak dengan kelebihan berat badan atau obesitas juga memiliki tekanan darah tinggi.
"Jika ada diagnosis hipertensi, ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengobati. Tapi karena tidak menampakkan gejala, kondisi ini sering terabaikan," ujar peneliti, dr David Kaelber seperti yang dikutip dari health.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Joseph Flynn yang juga bekerja sama dengan dr Kaelber mengatakan bahwa hubungan antara obesitas dan tekanan darah tinggi pasti terkait dengan gaya hidup. Mulai dari asupan gizi yang tak seimbang dan tidak rutinnya berolahraga.
"Dengan segera mengobati secara dini, kita dapat bekerja dengan keluarga untuk mengelolanya, baik itu melalui perubahan gaya hidup, pengobatan atau kombinasi perawatan," tutur Dr Flynn.
Bila tekanan darah tinggi pada anak-anak dan remaja tidak segera diatasi, bisa menyebabkan risiko ke arah yang lebih parah, seperti penyakit jantung dan ginjal. Kondisi seperti ini akan menyulitkan proses penyembuhan.
"Ini menjadi perhatian khusus karena kejadian tekanan darah tinggi di usia dini pernah meningkat sejak tahun 1988 di Amerika Serikat, walaupun baru-baru ini fase plateau (tidak mudah turun)," tutup dr Kaerlber.
Baca juga: Bukan Cuma Hipertensi, Ini 8 Penyebab Seseorang Merasa Pusing
(wdw/up)











































