Selasa, 20 Feb 2018 11:12 WIB

Kemenkes Kirimkan Tim yang Keempat Menuju Asmat

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kemenkes terbangkan tim flying health care ke Asmat. Foto: Dokumentasi Kemenkes Kemenkes terbangkan tim flying health care ke Asmat. Foto: Dokumentasi Kemenkes
Jakarta - Kasus gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papuan masih belum terselesaikan secara sempurna. Meski sudah sudah banyak masyarakat yang diobati, namun mereka perlu pengawasan dan pendampingan khusus dari ahli.

Ditemui di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan RI, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan bahwa ada tim baru yang sedang menuju ke Asmat.

"Kami sudah mengirim sekarang yang ke empat flying health care kami. Terdiri terutama untuk gizi dan imunisasi dan kemudian dokter. Karena ini ke empat yang kita kirim, kami mau masuk ke desa-desanya," ujarnya.

Baca juga: Foto: Situasi Terkini Penanganan Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat

Sudah banyaknya pasien gizi buruk yang dipulangkan ke rumah justru membuat khawatir Menkes Nila akan ketahanan pangannya. Tak ada ketahanan pangan yang baik bisa menyebabkan gizi seseorang menurun lagi.

Oleh karena itu, Menkes Nila menegaskan bahwa hal ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu kementerian. Ia mengungkapkan bahwa ada beberapa kementerian yang akan menuju asmat dan bersama-sama mengatasi masalah ini.

"Kami nggak sanggup. Karena bagaimana transportasi bbmnya, listriknya, akses air bersih, perumahan, dan lainnya. Jadi harus dilihat secara menyeluruh," tegas Menkes Nila.

Baca juga: Potret Kondisi Masyarakat Asmat dan Puskesmas Agats Papua (wdw/up)
News Feed