Selasa, 20 Feb 2018 12:10 WIB

Salah Satu Cara Cegah Kanker: Kurangi Makanan Olahan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Salah satu pemicu kanker yang kuat adalah makanan, utamanya makanan olahan. Dalam laporan penelitian yang dipublikasikan BMJ, peneliti menyebut makanan olahan yang dimaksud adalah ultra-processed food.

Menurut definisi Dr Carlos Monteiro dari University of Sao Paulo, Brazil, ultra-processed food adalah produk makanan yang menggunakan bahan-bahan yang sudah diolah terlebih dahulu seperti permen dan kripik.

Sebagian besar dari ultra-processed food menggunakan bahan tambahan seperti pemanis, pengawet, pewarna dan perasa makanan. Meski sudah melalui proses tertentu untuk memastikan keamanannya saat dikonsumsi, konsekuensi jangka panjang dari mengonsumsi makanan seperti ini masih diperdebatkan.

Sayangnya ultra-processed food ini begitu populer karena praktis dimakan, mudah ditemukan di mana saja dan murah. Di samping itu kandungan energi atau kalorinya tinggi.

Penelitian kemudian dilakukan terhadap 105.000 orang dewasa yang diamati pola makannya selama 24 jam. Hasil akhirnya ditemukan bahwa peningkatan 10 persen dari proporsi ultra-processed food pada makanan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, seperti kanker payudara, hingga 10 persen.

"Saus dan lemak yang diolah berulang kali, produk berpemanis seperti minuman dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai kanker, termasuk kanker payudara," ungkap peneliti seperti dilaporkan CNN.

Baca juga: 5 Makanan dan Minuman yang Diperdebatkan Bisa Picu Kanker

Di samping itu, orang yang cenderung mengonsumsi lebih banyak ultra-processed food juga cenderung lebih sering merokok dan kurang berolahraga dibandingkan yang jarang makan makanan seperti itu. Namun ketika peneliti mengesampingkan kedua faktor tersebut, risiko kanker dari makanannya saja tetap mengkhawatirkan.

"Pesan yang ingin disampaikan studi ini adalah untuk melihat pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan, bukan hanya pada makanan tertentu," ungkap Marji McCullough dari American Cancer Society.

Salah satu peneliti, Mathilde Touvier juga mengungkapkan bahwa studinya hanya bersifat observasional, sedangkan timnya tidak benar-benar tahu apa penyebab meningkatnya risiko kanker di masyarakat.

McCullough mengingatkan jika ultra-processed food tercatat sebagai salah satu bagian dari pola makan dunia, yaitu mencapai 50-60 persen. Sebuah studi menyebut 60 persen kalori yang diasup rerata orang Amerika berasal dari makanan seperti ini. Begitu juga dengan 50 persen kalori dari pola makan orang Inggris dan sekitarnya.

McCullough menambahkan, ada kemungkinan orang yang makan terlalu banyak ultra-processed food cenderung mengurangi asupan makanan sehatnya, padahal ini bisa jadi membantu mencegah kanker tumbuh dalam tubuhnya.

Untuk itu pola makan terbaik adalah yang bervariasi, semisal gandum utuh, buah-buahan dan sayuran. "Makan makanan yang riil dan cobalah batasi ultra-processed food," pesan Touvier.

Baca juga: Makanan Penyebab Kanker yang Perlu Dihindari (lll/up)
News Feed