Rabu, 21 Feb 2018 12:12 WIB

6 Efek Buruk Stres Pada Rambut

Suherni Sulaeman - detikHealth
Stres memberikan banyak efek buruk pada rambut/Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Apakah hidup Anda dibayangi stres berkepanjangan yang sulit dihilangkan? Jika iya, maka sudah waktunya Anda menghilangkan stres dari hidup Anda. Selain berdampak buruk pada kesehatan tubuh, stres juga dapat mempercepat proses penuaan dan merusak rambut.

Dikutip dari Shape, rambut rontok bukanlah satu-satunya efek buruk dari stres. Rupanya masih ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan terkait efek buruk stres pada rambut. Berikut dampak buruk yang disebabkan oleh stres pada rambut:

Baca juga: Sering Dianggap Sepele, Kapan Rambut Rontok Perlu Dicek ke Dokter?

1. Rambut rontok

Ini adalah efek yang paling mudah dikenali. Stres membuat pembuluh darah terbatas dan folikel rambut tidak bisa mendapatkan jumlah yang diperlukan oksigen dan nutrisi lainnya, yang diperlukan untuk pertumbuhan rambut. Kurangnya nutrisi tersebut kerap menyebabkan rambut gampang rontok.

2. Beruban

Biasanya rambut mulai berubah abu-abu ketika bertambahnya usia atau genetika. Nah stres bisa mempercepat timbulnya uban. Melanosit adalah sel yang memproduksi pigmen melanin untuk memberi warna pada rambut Anda. Penelitian dari New York University mengungkapkan bahwa hormon stres dapat menyebabkan timbulnya uban secara dini karena kurangnya pigmen pada folikel rambut yang menyebabkan rambut Anda kehilangan warna lebih cepat.

3. Ketombe

Stres mungkin bukan penyebab langsung dari ketombe tapi stres bisa melemahkan pertahanan alami tubuh Anda terhadap mikroba alami yang ada di kulit kepala. Hal ini akan menyebabkan kekeringan, mengelupas dan gatal pada kulit kepala Anda. Pengelupasan juga akan menyebabkan rambut rontok.

4. Lembab dan berminyak

Stres menghasilkan hormon yang disebut kortisol. Kenaikan kadar kortisol menyebabkan kelenjar sebasea di kulit kepala mengalami overdrive, melepaskan sebum berlebih dan menyebabkan penumpukan minyak. Hal ini akan mengakibatkan akar rambut menjadi berminyak.

5. Pertumbuhan rambut lebih lambat

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Psychosomatic Medicine mengungkapkan bahwa stres akan menyebabkan peningkatan asupan makanan manis dan berlemak. Namun, vitamin dan mineral penting seperti Vitamin E, zat besi, zinc dan magnesium untuk menutrisi rambut tebal Anda gagal diberikan sehingga pertumbuhan rambut Anda lebih lambat.

6. Kebiasaan buruk pada rambut

Seseorang yang stres umumnya secara sengaja atau tidak biasanya kerap menarik rambut ataupun menggores kulit kepala. Kebiasaan buruk ini akan merusak folikel rambut dan mengurangi kualitas rambut Anda. Bahkan tindakan memutar rambut yang tampak sederhana tersebut bisa menyebabkan rambut pecah dan bercabang.

Baca juga: 4 Kondisi Rambut yang Mencerminkan Masalah Kesehatan (hrn/fds)