Kamis, 22 Feb 2018 08:28 WIB

5 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Saat Patah Hati

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Patah hati bisa menyebabkan beberapa risiko kesehatan. Foto: thinkstock Patah hati bisa menyebabkan beberapa risiko kesehatan. Foto: thinkstock
Jakarta - Putus cinta atau perceraian adalah hal yang jadi sumber utama patah hati. Rasanya pasti campur aduk setelah mengalaminya, tapi ternyata secara ilmiah ini kondisi ini bisa dijelaskan lebih detail lho.

Dikutip dari Live Strong, Rabu (21/2/2018), berikut ini adalah hal-hal yang bisa terjadi dan dialami oleh seseorang yang sedang patah hati. Ayo bangkit dan move on ya. Stay positive and be happy!

Baca juga: Waspada, Sakitnya Patah Hati Bisa Berujung Fatal

1. Imunitas menurun dan jatuh sakit

Sakit flu atau masalah saluran pencernaan bisa terjadi saat orang patah hati. Saat mengalami perpisahan, tubuh mengalami stres akut sehingga bisa memiliki efek merugikan.

"Ketika tubuh mengalami stres, ini meningkatkan produksi kortisol untuk mendukung respons 'fight or flight'," kata peneliti University of California, Los Angeles, Rita Effros.

Sistem kekebalan tubuh yang menurun ini sering ditambah dengan kurangnya nafsu makan dan menghasilkan tubuh yang sangat rentan terhadap banyak virus yang terpapar seseorang yang sedang patah hati.

2. Rasa sakit pada fisik

Banyak orang mengeluhkan sakit fisik yang sebenarnya saat mengalami patah hati. Mulai dari nyeri dada, sakit perut atau merasa seperti jantung Anda benar-benar sakit, semua ini mungkin timbul karena patah hati. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa rasa sakit ini nyata.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences menemukan bahwa penolakan mengaktifkan daerah otak yang sama yang merespons rasa sakit fisik.

3. Kecemasan

Gejala umum dari patah hati adalah rasa cemas. Pengaktifan respons "flight or fight" tubuh Anda menghasilkan metabolisme yang lebih cepat dan peningkatan denyut jantung, yang dapat menyebabkan rasa goyah dan cemas.

Gejala lainnya yang umum terjadi setelah mengalami perpisahan meliputi ketegangan otot, sakit kepala, berkeringat, mual, atau brain fog. Terlebih memang seseorang tersebut sudah mengalami gangguan kecemasan sebelumnya, gejala ini bisa semakin terasa.

4. Insomnia

Sulit tidur juga sering menimpa orang yang patah hati. Pikiran yang kalut dikombinasikan dengan kecemasan adalah penyebab insomnia yang timbul. Kebanyakan orang akan mengalami masalah tidur selama beberapa minggu pertama setelah perpisahan saat mereka menyesuaikan diri terhadap perubahan. Jangan segan berkonsultasi dengan dokter untuk membantu mengatasi masalah insomnia yang sedang Anda alami.

Baca juga: Sindrom Patah Hati Gejalanya Mirip Serangan Jantung

5. Risiko serangan jantung meningkat

Patah hati bisa membuat kontraksi jantung jadi abnormal dan menurut penelitian yang dipublikasi di New England Journal of Medicine, pemicunya adalah rasa stres dan depresi berat. Orang yang mengalami keluhan ini berisiko 9,9 persen alami serangan jantung dan peningkatan 5,5 persen terhadap risiko kematian.

Studi terhadap 1.750 pasien yang terdaftar di International Takotsubo Registry menemukan sindrom wanita lebih rentan 9 kali lipat alami sindrom. Gejala yang muncul seringnya mirip dengan penyakit jantung koroner seperti nyeri dan sesak di bagian dada, seperti ditulis New England Journal of Medicine. (ask/up)
News Feed