Kamis, 22 Feb 2018 15:09 WIB

Marak Razia ODGJ, Dokter Jiwa Singgung Peran Dinkes dan Dinsos

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: M Rofiq Foto: M Rofiq
Jakarta - Isu penyerangan ulama hingga perusakan rumah ibadah yang dilakukan oleh diduga pasien gangguan jiwa membuat razia orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) marak dilakukan. Dokter jiwa mengaku prihatin, sekaligus menyinggung peran pemerintah.

dr Andri, SpKJ, FAPM, dari RS Omni Alam Sutera, mengatakan razia ODGJ sejatinya dilakukan untuk membina pasien gangguan jiwa yang terlantar dan hidup menggelandang di jalanan. Di sini, peran Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan sangat penting.

"Kalau ada ODGJ yang tidak punya keluarga dan psikotik ya, itu tanggung jawab pemerintah juga. Bagaimana Dinas Sosial mengupayakan panti sosial atau rumah singgah bagi ODGJ yang menggelandang," ujar dr Andri, dalam perbincangan dengan detikHealth.

"Nah, Dinas Kesehatan juga berperan, bagaimana menciptakan sistem pelayanan kesehatan jiwa yang di fasilitas kesehatan primer, dan sistem rujukan ke RSUD atau RSJ di tingkat selanjutnya. Jadi ODGJ jangan dibiarkan menggelandang," ujar pria yang juga pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana ini.

Baca juga: Dokter Sebut Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa Ada Prosedurnya

dr Andri juga menyayangkan jika tindakan razia dilakukan dengan memukul pasien gangguan jiwa. Sebabnya pemukulan atau penganiyaan kepada pasien gangguan jiwa tidak memiliki efek baik apapun.

Dalam pengalamannya praktik sebagai dokter jiwa, tak jarang memang dr Andri mendapat pasien yang melakukan tindakan agresif. Namun di institusi medis seperti rumah sakit dan rumah sakit jiwa, sudah ada prosedur penanganan untuk pasien gangguan jiwa yang mengamuk tanpa menyakitinya.

Ia juga menekankan soal pentingnya pengobatan. Pasien gangguan jiwa berat seperti skizofrenia atau gangguan perilaku impulsi memang bisa mengamuk dan marah besar, namun risiko tersebut bisa sangat berkurang dengan pengobatan.

"Jadi kita sesama manusia janganlah menyakiti. Kalau ketemu ODGJ jangan digebukin, tapi diamankan, lalu panggil dinsos agar dibina, dan dinkes agar diobati. Kalau razia dilakukan dengan benar, itu akan menjadi bagian dari proses rehab mereka untuk bisa kembali ke masyarakat," tandasnya.

Baca juga: Kata PDSKJI Soal Sebutan 'Orang Gila' pada Pengidap Gangguan Jiwa (mrs/fds)
News Feed