Jumat, 23 Feb 2018 10:40 WIB

Wanita Ini Terselamatkan dari Stroke Berkat FaceTime

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Opokua Kwapong selamat karena gejala strokenya diketahui oleh sang adik lewat FaceTime. (Foto: BBC) Opokua Kwapong selamat karena gejala strokenya diketahui oleh sang adik lewat FaceTime. (Foto: BBC)
Jakarta - Opokua Kwapong tinggal sendiri di New York. Saat itu ia baru saja terbangun dari tidur siang ketika sang adik, Adumea mengajaknya video call lewat aplikasi FaceTime.

Namun Adumea terkejut karena melihat ada yang berbeda dengan sang kakak.

"Kata adik saya, ia bisa melihat ada yang tak beres dengan wajah saya. Dia bilang bicara saya juga tak begitu jelas, tetapi saya tidak mempercayainya awalnya," kata Opokua seperti dilaporkan BBC.

Di sisi lain Adumea mengatakan jika kakaknya sempat mengeluh tak enak badan dan merasa kelelahan. Opokua juga berujar jika ia kesulitan berjalan.

"Saya bilang mungkin dia butuh aspirin. Tetapi ia mengaku kesulitan mengangkat gelas minum. Dan ketika saya mengajaknya FaceTime, saya lihat wajahnya melorot. Saya katakan agar ia segera menutup teleponnya dan menemui dokter," urai Adumea.

Baca juga: Kisah Rivera, Berhasil Melahirkan dengan Bantuan Aplikasi Facetime

Adumea membenarkan jika awalnya Opokua tak menganggap serius perkataannya. Untuk meyakinkan Opokua, Adumea lantas melakukan panggilan conference dengan kakaknya yang lain, yang juga seorang dokter, untuk memastikannya.

"Dia bisa mendengar dari cara bicaranya tidak jelas. Kami berdua pun memintanya segera mencari bantuan," lanjutnya.

Opokua menuruti keinginan kedua saudaranya itu dan menghubungi nomor telepon layanan emergensi. Setelah menjalani sejumlah pemeriksaan di rumah sakit, wanita berusia 58 tahun itu akhirnya didiagnosis dengan penggumpalan di otaknya.

Penggumpalan di pembuluh darah yang kemudian memicu stroke itu telah melumpuhkan tubuh sebelah kirinya. "Tak diragukan lagi jika FaceTime telah menyelamatkan hidup saya," tegas Opokua.

Baca juga: Lewat Foto, Seorang Ibu Berhasil Deteksi Dini Kanker Mata Anaknya

Esmee Russeell, kepala bagian pencegahan dan kampanye di Stroke Association menegaskan stroke bisa terjadi pada siapapun, usia berapapun dan kapanpun. "Itulah mengapa orang-orang harus tahu jika mereka harus bergerak cepat, karena itu akan menyelamatkan nyawa seseorang," paparnya.

Stroke ada 2. Yang paling umum adalah stroke iskemik di mana terjadi ketika suplai atau aliran darah ke bagian otak tertentu terputus atau terhambat oleh adanya gumpalan. Yang kedua adalah stroke hemoragik di mana terjadi kerusakan atau perdarahan yang menyebabkan sel-sel otak tertentu lumpuh atau 'mati'. (lll/up)
News Feed