5 Hal yang Bisa Memicu Gagal Ginjal

5 Hal yang Bisa Memicu Gagal Ginjal

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Jumat, 23 Feb 2018 13:30 WIB
5 Hal yang Bisa Memicu Gagal Ginjal
5 hal yang menyebabkan timbulnya gagal ginjal. Foto: Thinkstock
Jakarta - Tak pandang usia, soal gagal ginjal bisa menyorot siapa saja, terlebih yang memiliki faktor risiko lebih tinggi. Karenanya, selain menerapkan gaya hidup sehat, tak ada salahnya untuk mulai mengenal apa saja yang dapat memicu munculnya masalah ini.

Dirangkum detikHealth, ini lah lima hal yang dapat memancing gagal ginjal. Bagikan informasi kepada orang tersayang untuk mencegah timbulnya penyakit ini di masa mendatang.

Baca juga: Deretan Penyebab Gagal Ginjal di Usia Muda

Foto: iStock
dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU, dari RS Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu menyebut pemicu gagal ginjal sebenarnya ada banyak, namun beberapa di antaranya dikarenakan diabetes dan hipertensi.

"Kebiasaan merokok, jarang olahraga, kolesterol tinggi, secara tak langsung akan memicu gangguan kesehatan yang lain," terang dr Akbari dalam perbincangan dengan detikHealth.

Sementara itu diabetes yang tidak tertangani dengan baik akan merusak langsung pembuluh darah di ginjal. Akibatnya pemburuh darah tidak elastis sehingga proses cuci darah alami di ginjal tidak bisa berfungsi dengan baik.

Foto: iStock
Menurut data Kementerian Kesehatan di Indonesia jumlah penderita penyakit ginjal meningkat hampir 100 persen pada periode 2014-2015. Nah perlu disadari, hal ini juga diakibatkan dari gaya hidup kita yang kurang mengonsumsi air putih.

Ketua IHWG Dr dr Budi Wiweko, SpOG (K), mengatakan orang-orang saat ini ketika haus lebih senang mengonsumsi minuman yang manis. Dalam jangka panjang kebiasaan tersebut tentu tidak sehat karena akan menambah asupan kalori yang memicu obesitas dan juga membuat ginjal bekerja ekstra keras yang berisiko kegagalan.

Padahal, menurut dr Iko untuk anak-anak kebutuhan air minumnya satu setengah liter sementara orang dewasa dua liter. Kebutuhan tersebut benar-benar untuk air putih saja, tidak digabungkan dengan konsumsi cairan lain misalnya teh tawar.

Foto: Ilustrasi/thinkstock
Pada kesempatan yang lalu, dr Ginova Nainggolan, SpD-KGH dari RS Cipto Mangunkusumo, menjelaskan kepada detikHealth bahwa batu ginjal dapat memicu gagal ginjal karena ketika dibiarkan atau tak ditangani, lambat laun batu ginjal bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal.

"Biasanya karena batu ginjal berukuran kecil jadi beberapa orang ada yang nggak merasakan. Biasanya itu batu ginjal nggak diatasi hingga bertahun-tahun. Makanya check up kalau ada masalah biar kelihatan," kata dr Ginova.

Untuk penanganan batu ginjal, dikatakan dr Ginova tergantun dari ukuran batu ginjal. Jika ukuran batu ginjal besar maka tindakan yang dilakukan adalah operasi.

"Penanganan kalau batu ginjal (ukurannya) kecil, bisa keluar secara spontan," kata dr Ginova.

Foto: (Thinkstock)
Menurut Dr dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH beberapa waktu lalu, pola hidup masyarakat yang tidak sehat bisa merusak fungsi ginjal. Kebiasaan tidak sehat yang masih dilakukan beberapa orang adalah minum minuman beralkohol, makan makanan berlemak, merokok, serta tidak berolahraga.

Sementara itu, dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH, menambahkan meski dampak merokok pada kesehatan ginjal belum bisa dipastikan dan masih diperdebatkan, namun kemungkinan gangguan fungsi ginjal akibat merokok tetap ada.

National Kidney Foundation melalui situsnya memastikan merokok dapat mengganggu obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang tidak terkontrol merupakan penyebab utama penyakit ginjal. Selain itu, merokok memperlambat aliran darah ke organ-organ vital seperti ginjal dan dapat memperburuk penyakit ginjal yang sudah ada.

5. Penyakit lupus

Foto: Thinkstock
Pemberitaan soal aktris Selena Gomez yang melakukan transplantasi ginjal membuat kesadaran soal penyakit lupus meningkat. dr Naveed Masani dari Winthrop Hospital, New York University, mengatakan Lupus memang salah satu penyakit autoimmune yang rentan menyebabkan komplikasi.

"Sekitar 60 sampai 90 persen pasien Lupus mengalami komplikasi ginjal. Sisanya mengalami komplikasi tulang, jantung, liver hingga pankreas dan otak," tutur dr Masani, dikutip dari USA Today.

Menurut dr Masani, hal ini terjadi karena penyakit autoimmune menyerang tubuh pengidapnya. Racun yang terkumpul mengendap di ginjal, membuatnya sulit memisahkan racun yang akan dibuang dengan darah. Proses ini akan membuat fungsi ginjal menurun dengan cepat, dan akhirnya ginjal tak bisa berfungsi kembali atau disebut gagal ginjal.
Halaman 2 dari 6
dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU, dari RS Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu menyebut pemicu gagal ginjal sebenarnya ada banyak, namun beberapa di antaranya dikarenakan diabetes dan hipertensi.

"Kebiasaan merokok, jarang olahraga, kolesterol tinggi, secara tak langsung akan memicu gangguan kesehatan yang lain," terang dr Akbari dalam perbincangan dengan detikHealth.

Sementara itu diabetes yang tidak tertangani dengan baik akan merusak langsung pembuluh darah di ginjal. Akibatnya pemburuh darah tidak elastis sehingga proses cuci darah alami di ginjal tidak bisa berfungsi dengan baik.

Menurut data Kementerian Kesehatan di Indonesia jumlah penderita penyakit ginjal meningkat hampir 100 persen pada periode 2014-2015. Nah perlu disadari, hal ini juga diakibatkan dari gaya hidup kita yang kurang mengonsumsi air putih.

Ketua IHWG Dr dr Budi Wiweko, SpOG (K), mengatakan orang-orang saat ini ketika haus lebih senang mengonsumsi minuman yang manis. Dalam jangka panjang kebiasaan tersebut tentu tidak sehat karena akan menambah asupan kalori yang memicu obesitas dan juga membuat ginjal bekerja ekstra keras yang berisiko kegagalan.

Padahal, menurut dr Iko untuk anak-anak kebutuhan air minumnya satu setengah liter sementara orang dewasa dua liter. Kebutuhan tersebut benar-benar untuk air putih saja, tidak digabungkan dengan konsumsi cairan lain misalnya teh tawar.

Pada kesempatan yang lalu, dr Ginova Nainggolan, SpD-KGH dari RS Cipto Mangunkusumo, menjelaskan kepada detikHealth bahwa batu ginjal dapat memicu gagal ginjal karena ketika dibiarkan atau tak ditangani, lambat laun batu ginjal bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal.

"Biasanya karena batu ginjal berukuran kecil jadi beberapa orang ada yang nggak merasakan. Biasanya itu batu ginjal nggak diatasi hingga bertahun-tahun. Makanya check up kalau ada masalah biar kelihatan," kata dr Ginova.

Untuk penanganan batu ginjal, dikatakan dr Ginova tergantun dari ukuran batu ginjal. Jika ukuran batu ginjal besar maka tindakan yang dilakukan adalah operasi.

"Penanganan kalau batu ginjal (ukurannya) kecil, bisa keluar secara spontan," kata dr Ginova.

Menurut Dr dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH beberapa waktu lalu, pola hidup masyarakat yang tidak sehat bisa merusak fungsi ginjal. Kebiasaan tidak sehat yang masih dilakukan beberapa orang adalah minum minuman beralkohol, makan makanan berlemak, merokok, serta tidak berolahraga.

Sementara itu, dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH, menambahkan meski dampak merokok pada kesehatan ginjal belum bisa dipastikan dan masih diperdebatkan, namun kemungkinan gangguan fungsi ginjal akibat merokok tetap ada.

National Kidney Foundation melalui situsnya memastikan merokok dapat mengganggu obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang tidak terkontrol merupakan penyebab utama penyakit ginjal. Selain itu, merokok memperlambat aliran darah ke organ-organ vital seperti ginjal dan dapat memperburuk penyakit ginjal yang sudah ada.

Pemberitaan soal aktris Selena Gomez yang melakukan transplantasi ginjal membuat kesadaran soal penyakit lupus meningkat. dr Naveed Masani dari Winthrop Hospital, New York University, mengatakan Lupus memang salah satu penyakit autoimmune yang rentan menyebabkan komplikasi.

"Sekitar 60 sampai 90 persen pasien Lupus mengalami komplikasi ginjal. Sisanya mengalami komplikasi tulang, jantung, liver hingga pankreas dan otak," tutur dr Masani, dikutip dari USA Today.

Menurut dr Masani, hal ini terjadi karena penyakit autoimmune menyerang tubuh pengidapnya. Racun yang terkumpul mengendap di ginjal, membuatnya sulit memisahkan racun yang akan dibuang dengan darah. Proses ini akan membuat fungsi ginjal menurun dengan cepat, dan akhirnya ginjal tak bisa berfungsi kembali atau disebut gagal ginjal.

(ask/up)

Berita Terkait