Minggu, 25 Feb 2018 14:26 WIB

Halusinasi dan Delusi, Penyebab Pasien Skizofrenia Bisa Lakukan Kekerasan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Polisi mengamankan pengidap gangguan jiwa (Foto: Sudirman Wamad) Polisi mengamankan pengidap gangguan jiwa (Foto: Sudirman Wamad)
Jakarta - Isu soal penyerangan dan kekerasan yang dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sedang hangat dibicarakan. Padahal menurut dokter, tidak semua pasien gangguan jiwa bisa melakukan tindak kekerasan.

dr Agung Frijanto, SpKJ, Ketua Komite Medik RSJ Soeharto Herdjan, mengatakan hanya kelompok pasien gangguan jiwa berat yang tidak mendapat pengobatan dan perawatan yang memungkin melakukan tindak kekerasan. Misalnya, pasien gangguan psikotik seperti skizofrenia yang menggelandang di jalanan.

"Kalau gangguan psikotik, ada namanya gangguan daya nilai realita, ini yang disebut sebagai delusi. Ada juga halusinasi, yakni gangguan persepsi dari sistem sensorik panca inderanya," tutur dr Agung saat ditemui detikHealth di RSJ Soeharto Herdjan, baru-baru ini.

Baca juga: Suka Sebar Isu Hoax Disebut Gangguan Jiwa? Ini Komentar Dokter

Dikatakan dr Agung, delusi dan halusinasi ini lazim ditemui pada pasien skizofrenia. Delusi atau waham membuat pasien gangguan jiwa memiliki gangguan isi pikir dan keyakinan palsu.

"Misalnya waham paranoid, atau merasa dikejar-kejar dan akan dilukai oleh orang lain. Nah, bisa saja nantinya dia menyerang duluan," jelasnya.

Sementara halusinasi membuat pasien skizofrenia melihat atau mendengar hal yang tidak ada. Bisa saja pasien skizofrenia mendengar ada suara yang menyuruhnya melakukan kekerasan pada orang lain.

"Kalau halusinasi ada commanding, halusinasi yang menyuruh untuk menyerang dan melukai. Ini yang bisa terjadi pada pasien skizofrenia berat," tutupnya.

Baca juga: Ciri-ciri Skizofrenia, Gangguan Jiwa yang Sebaiknya Tak Disebut 'Gila'

(mrs/up)
News Feed