Penelitian yang dilakukan West China Hospital di Sichuan menunjukkan, tukang mendengkur mengalami kerusakan DNA yang mengakibatkan sel-sel mereka menua dengan cepat dan meningkatkan berbagai risiko penyakit seperti kanker.
Peneliti menemukan fakta ini setelah mengamati dampak gangguan tidur yang disebut sleep apnea, kondisi medis yang dikaitkan dengan mendengkur terhadap orang yang sering mengalaminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Telomere merupakan bagian ujung atau ekor dari kromosom (molekul DNA) yang berfungsi mencegah materi genetik tersebut mengalami kerusakan.
Namun bila telomere mengalami pemendekan, ini dapat diartikan bahwa yang bersangkutan 'terancam' hidupnya karena kondisi ini mengindikasikan percepatan proses penuaan dan peningkatan kerentanan pada penyakit kronis seperti kanker. Dalam studi ini dikatakan mendengkur ternyata bisa memperpendek telomere.
Baca juga: 4 Fakta Tentang Mendengkur Saat Tidur
Beberapa waktu lalu, dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran juga mengungkapkan bahwa sleep apnea dapat memperburuk penyakit yang sudah diidap seseorang, semisal diabetes.
Berdasarkan penelitian yang dipresentasikan pada Kidney Week 11-16 November 2014 di Philadelphia yang diadakan oleh the American Society of Nephrology, mendengkur karena sleep apnea diketahui dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal.
Bila dibiarkan, sleep apnea dapat menyebabkan arteri koroner tersumbat sehingga berisiko mengalami serangan jantung atau stroke sampai dua kali lipat. "Sayang sekali bila kondisi seperti ini diabaikan karena bahaya yang timbul berlipat-lipat," katanya kepada detikHealth.
Baca juga: Jangan Sepelekan, Mendengkur Saat Tidur Bisa Membahayakan
(lll/up)











































